HALO PEKALONGAN – Perkembangan harga bahan kebutuhan pokok di Kota Pekalongan menunjukkan perubahan, seiring dengan perubahan harga sejumlah komoditas dalam sepekan terakhir.
Berdasarkan data pemantauan Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) tercacat harga beras premium berada di level Rp14.500 per kilogram.
Komoditas lainnya seperti gula tercatat Rp18.167 per kilogram dan minyak goreng Rp17.567 per liter.
Untuk sumber protein hewani, harga daging sapi mencapai Rp140.000 per kilogram, daging ayam Rp42.000 per kilogram, serta telur ayam Rp29.333 per kilogram.
Sementara itu, pada kelompok bumbu dapur, harga cabai rawit merah terpantau sebesar Rp77.000 per kilogram dan cabai teropong Rp29.667 per kilogram. Bawang merah berada di angka Rp43.333 per kilogram dan bawang putih Rp35.000 per kilogram.
Kepala Bidang Perdagangan, Fitria Yuliani Kartika, Selasa (7/4/2026) menjelaskan bahwa kenaikan harga terjadi pada komoditas cabai, meskipun dalam rentang yang masih terkendali.
“Cabai teropong mengalami kenaikan dari Rp 26.333 per kilogram menjadi Rp29.667 per kilogram,” kata dia, seperti dirilis pekalongankota.go.id.
Untuk cabai rawit merah, menurut dia, naik tipis dari Rp 76.667 per kilogram menjadi Rp 77.000 per kilogram.
“Faktor utama dipengaruhi oleh distribusi pasokan dan kondisi panen,” kata dia.
Di sisi lain, dia menyebutkan penurunan harga terlihat pada beberapa komoditas. Daging ayam, mengalami penurunan dari Rp43.333 per kilogram menjadi Rp42.000 per kilogram.
Begitu pula bawang merah yang turun dari Rp44.667 per kilogram menjadi Rp43.333 per kilogram.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan keseimbangan antara pasokan dan permintaan masih terjaga.
“Kami terus melakukan pengawasan intensif di lapangan serta memastikan distribusi berjalan lancar agar tidak terjadi gejolak harga yang signifikan,” tambahnya.
Pihaknya berupaya tetap menjaga stabilitas harga melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan distributor dan pelaku usaha. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang dapat memicu lonjakan permintaan secara tidak wajar.
Lebih lanjut, ia berharap stabilitas harga bahan pokok diharapkan tetap terjaga guna mendukung daya beli masyarakat serta ketahanan pangan daerah. (HS-08)