HALO SRAGEN – Bupati Sragen, Sigit Pamungkas mengungkapkan harapan ada sineas yang dapat mengangkat potensi cerita-cerita rakyat di Kabupaten Sragen, menjadi karya film di masa mendatang.
Hal itu diungkapkan Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, setelah nonton bareng (nobar) film Warung Pocong, bersama Bupati Sragen, Sigit Pamungkas di Platinum Cineplex Sragen, baru-baru ini.
“Di Sragen juga banyak cerita rakyat yang bisa dikembangkan menjadi film. Semoga ada pihak yang melihat potensi tersebut sehingga Sragen dapat menjadi bagian dari komunitas sinema,” kata dia, seperti dirilis sragenkab.go.id.
Usai menonton, Bupati Sigit menyampaikan bahwa film tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat memberikan pesan moral kepada masyarakat.
“Yang terpenting dari film ini adalah mengajarkan kita untuk berikhtiar dalam mencari rezeki dengan cara yang baik dan benar, serta tidak merugikan siapa pun,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, dia turut mengapresiasi dipilihnya Kabupaten Sragen sebagai salah satu lokasi peluncuran film Warung Pocong. Menurutnya, hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah.
“Kami merasa senang dan bangga karena Sragen menjadi salah satu daerah yang dipilih sebagai tempat peluncuran film ini,” ungkapnya.
Sementara itu acara nonton bareng film Warung Pocong, mendapat sambutan antusias masyarakat dari berbagai kalangan.
Sejak sebelum film diputar, kursi-kursi sudah terisi. Warga tampak bersemangat, mulai dari masyarakat umum, pemenang giveaway tiket, aparatur sipil negara (ASN), hingga duta wisata dan duta genre Kabupaten Sragen.
Kebersamaan ini menghadirkan nuansa hangat, bukan sekadar menonton film, tetapi juga berbagi pengalaman dalam satu ruang yang sama.
Selama pemutaran film, suasana sesekali diwarnai tawa dan reaksi penonton yang larut dalam alur cerita.
Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa film tetap menjadi hiburan yang dekat dengan masyarakat.
Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial berupa paket sembako kepada 10 warga yang membutuhkan.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa di balik hiburan, terdapat nilai kepedulian dan kebersamaan yang terus dijaga. (HS-08)