in

Takjil Pesantren Jadi Ruang Dialog Ulama, Umara, dan Santri Kembangkan Pesantren

Talkshow dan Ngaji Bareng Santri di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, baru-baru ini. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Ditjen Pendidikan Islam dalam Ramadan 1447 H ini menggelar “Takjil Pesantren : Talkshow dan Ngaji Bareng Santri”.

Acara ini menjadi ruang ruang dialog pemerintah, ulama, dan santri untuk memperkuat peran pesantren dalam membangun masa depan pendidikan Islam di Indonesia.

Takjil Pesantren berlangsung serial di sejumlah lembaga, salah satunya Pesantren Lirboyo, baru-baru ini.

Kegiatan menjelang waktu berbuka puasa ini, menghadirkan sejumlah tokoh dari Kementerian Agama serta pengasuh pesantren.

Staf Khusus Menteri Agama, Farid Saenong, misalnya mengajak para santri untuk meneladani kegigihan para nabi dalam mencari ilmu.

Misalnya, kisah Nabi Musa yang terus menempuh perjalanan panjang demi mendapatkan pengetahuan. Menurutnya, semangat belajar tidak boleh berhenti hanya pada jenjang pendidikan tertentu.

“Al-Qur’an menceritakan bagaimana Nabi Musa tetap berusaha mencari guru yang lebih berilmu darinya. Ini menjadi pelajaran bahwa pencarian ilmu harus terus dilakukan sepanjang hayat,” ujarnya, seperti dirilis kemenag.go.id.

Ia juga menekankan pentingnya adab dalam menuntut ilmu, termasuk pengabdian kepada para kiai sebagai bagian dari tradisi pendidikan pesantren.

“Jika ada kesempatan membantu kiai, jangan ragu. Mengabdi kepada guru adalah jalan keberkahan bagi seorang penuntut ilmu,” tambahnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, menegaskan komitmen pemerintah untuk mengawal dan mengembangkan pesantren.

Dia menilai pesantren memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda.

Sistem pendidikan pesantren memiliki keunggulan karena mampu membina santri secara menyeluruh, baik dari sisi intelektual, moral, maupun spiritual.

“Pendidikan tidak cukup hanya melahirkan orang pintar. Yang paling mahal adalah moral dan spiritual, dan itu menjadi kekuatan utama pesantren,” jelasnya.

 

“Pesantren adalah orisinalitas pendidikan Indonesia. Karena itu pemerintah terus berkomitmen mengawal dan memperkuat berbagai program pesantren,” sambungnya.

Menjaga Akhlak

Pengasuh Pesantren Lirboyo, KH Abdulloh Kafabihi Mahrus, menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu, akhlak, dan kepedulian sosial. Menurutnya, santri memiliki keunggulan dalam hal penguasaan ilmu agama sekaligus pembentukan karakter.

“Santri memiliki kelebihan dalam ilmu, pengabdian, dan akhlakul karimah. Ilmu yang dipelajari di pesantren tidak hanya dipahami, tetapi juga diamalkan dan diajarkan,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya sikap saling menghormati dalam kehidupan sosial, baik antara yang tua dan yang muda maupun antara guru dan murid.

Selain itu, ia menyoroti hikmah puasa sebagai sarana membentuk ketakwaan serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.

“Puasa mengajarkan kita menahan hawa nafsu sekaligus merasakan kondisi saudara-saudara kita yang kekurangan,” ungkapnya.

Sementara Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, dia menggarisbawahi bahwa Takjil Pesantren bertujuan memperkuat komunikasi antara pemerintah dan pesantren sekaligus menyapa para santri di berbagai daerah. Kementerian Agama juga terus mendorong terciptanya lingkungan pesantren yang aman dan ramah bagi santri.

“Kami telah menyiapkan regulasi tentang pesantren ramah anak agar pesantren menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang,” katanya.

Takjil Ramadan merupakan singkatan dari Talkshow dan Ngaji Bareng Kiai, yang diselenggarakan di sejumlah pesantren besar di Indonesia selama bulan Ramadan. Kegiatan di Lirboyo ini merupakan titik keempat dari rangkaian program yang diselenggarakan pada Ramadan 1447 H.

Basnang berharap program ini dapat diperluas pada tahun-tahun mendatang sehingga menjangkau lebih banyak pesantren di seluruh Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme tersebut kemudian ditutup dengan tausiyah serta doa bersama menjelang waktu berbuka puasa bersama para santri. (HS-08)

 

 

Kemenag Ingatkan ASN Tolak Gratifikasi Jelang Lebaran

Susuri Jalur Pantura, Menhub Kunjungi Masjid-Masjid Ramah Pemudik