in

Dana Desa Dipangkas, Kades di Sragen Ini Ungkap Terpaksa Menunda Penyelesaian Pembangunan Jalan

Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyampaikan bantuan kepada warga, dalam Safari Ramadan, yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sragen, Rabu (11/8/2026) di wilayahnya. (Foto : sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Pemerintah Desa Sambirembe, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, terpaksa menunda penyelesaian pembangunan jalan, lantaran adanya pengurangan dana desa dari Pemerintah Pusat.

Persoalan pembangunan infrastruktur itu diungkapkan Kepala Desa Sambirembe, Endang Fatmawati, dalam kegiatan Dzuhur Keliling dalam rangka Safari Ramadan, yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sragen, Rabu (11/8/2026) di Masjid At-Taqwa, Desa Sambirembe, Kecamatan Kalijambe.

Dia mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur di Desa Sambirembe, selama ini telah berjalan dengan baik.

Namun terdapat perubahan situasi, terutama penyesuaian anggaran dana desa dari Pemerintah Pusat, membuat beberapa rencana pembangunan harus ditunda.

“Untuk pembangunan infrastruktur jalan desa Alhamdulillah sudah sekitar 75 hingga 80 persen bisa kami selesaikan. Sebenarnya target kami selesai pada 2026-2027, namun karena adanya penyesuaian dana desa, beberapa rencana pembangunan terpaksa belum bisa dilaksanakan,” kata Endang, seperti dirilis sragenkab.go.id.

Ia menambahkan bahwa salah satu pekerjaan rumah yang masih menjadi perhatian adalah perbaikan jalan desa di Dukuh Kaliwuluh RT 14, Desa Sambirembe, Kecamatan Kalijambe, yang menjadi jalur utama aktivitas warga setempat.

Dia berharap jalan tersebut kelak dapat mulus, demi kelancaran aktivitas warga setempat.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Sragen Sigit Pamungkas bersama Wakil Bupati Suroto dan jajaran yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyatakan Pemkab Sragen akan berupaya membantu penanganan jalan yang diusulkan tersebut.

Dia menambahkan, kerusakan jalan bukan hanya terdapat di wilayah itu, namun juga di ratusan lokasi lainnya.

Berdasarkan data Pemkab Sragen, terdapat 136 ruas jalan di Kabupaten Sragen yang masih mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan bertahap.

“Kebutuhan anggaran untuk menuntaskan perbaikan seluruh jalan yang rusak di Kabupaten Sragen diperkirakan mencapai sekitar Rp300 miliar. Tahun 2025 kita telah mengalokasikan sekitar Rp102 miliar, kemudian pada 2026 dialokasikan Rp81 miliar, dan dengan tambahan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) serta perubahan anggaran,” jelas Bupati Sigit.

Selain pembangunan jalan, Bupati Sigit juga menyoroti kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah.

Ia menyebutkan kebutuhan lampu penerangan jalan di Kabupaten Sragen mencapai sekitar 23 ribu titik.

“Kebutuhan penerangan jalan umum di Kabupaten Sragen mencapai 23 ribu titik, sementara yang tersedia saat ini baru sekitar 5 ribu lampu. Artinya masih banyak wilayah yang membutuhkan penerangan. Insyaallah pada perubahan anggaran dan tahun 2027 nanti program penambahan PJU akan kita dorong lebih masif agar Sragen semakin terang,” ujarnya.

Sementara itu selain melaksanakan kegiatan Dzuhur Keliling di Masjid At-Taqwa, Desa Sambirembe, Kecamatan Kalijambe, rombongan juga melaksanakan Shalat Asar keliling di Masjid Al Ikhlas, Desa Kalangan, Kecamatan Gemolong.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Sragen menyalurkan 600 paket sembako, 20 paket Al-Qur’an, serta 10 unit bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat yang membutuhkan. (HS-08)

 

Pemkab Karanganyar Gelar Pembinaan dan Resmikan Sekretariat Dai Kamtibmas

Perkuat Sinergisitas, Pemkab Purworejo Teken Nota Kerja Sama dengan Polres dan Pengadilan Negeri