HALO SEMARANG – Menikmati malam pergantian tahun di Semarang tidak akan ada habisnya, karena berbagai tempat wisata dan destinasi rekreasi siap menyambut pengunjung yang juga ingin berlibur bersama keluarga.
Seperti yang akan disuguhkan di kawasan Pearl of Java (POJ) Marina, Awanncosta yang bakal memberikan hiburan spesial bagi pengunjung yang datang sejak Rabu (31/12) sore yakni dimulai pada pukul 15.00 WIB dengan rangkaian festival film pendek, lalu dilanjutkan pukul 18.00 WIB ada penampilan live musik keroncong (9 player). Kemudian disambung dengan perform DJ mulai pukul 19.30 WIB. Setelahnya, dilanjutkan lagi dengan The Side Kick Band, pukul 21.30 WIB.
Acara lalu ditutup dengan closing party oleh ndaruboy DJ, yang mana akan membawakan lagu timur dan beat tiktok kekinian, sampai pukul 00.20 WIB.
Sales Manager Awanncosta, Vincentia Litha mengatakan, bahwa rangkaian event tahun baru memberikan hiburan untuk semua usia, dan semua genre musik juga ditampilkan.
“Untuk operasional kita sendiri khusus malam tahun baru mundur sampai pukul 00.00 WIB, termasuk playground masih dibuka sampai malam, agar anak-anak tidak bosan. Dan bagi pengunjung Awanncosta tidak dikenakan biaya masuk /Free HTM, hanya membayar parkir, dan itu flat,” ujarnya, Senin (29/12/2025).
Dikatakan Litha, event yang lain juga ada di Costa Beach Club. Nantinya, akan ada penampilan Waverush, DK collective, Guest Starnya DJ LEEA. Acara yang mengambil tema sunset to sunrise ini akan dibuka pukul 18.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB.
Adapun kawasan Pearl of Java (POJ) adalah sebuah kawasan kota mandiri. Lokasinya yang berada di pesisir pantai Semarang, dilengkapi fasilitas di antaranya kampus, restoran dengan view pantai, pertokoan dan sarana olahraga serta hunian. Sehingga kawasan yang berada di Semarang Utara ini diperuntukan menjadi kawasan ekonomi dan pariwisata.
Sementara, di Taman Satwa Semarang atau Semarang Zoo juga menyatakan telah menyiapkan rangkaian kegiatan menarik untuk menarik pengunjung selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Yakni dimulai sejak Kamis (25/12) pukul 10.00–15.00 WIB, Semarang Zoo menampilkan Kaoka Band dan Balarama di Panggung Plaza. Kemudian berlanjut pada Jum’at (26/12), dimulai pukul 10.00 hingga 15.30 WIB, menghadirkan Kyoday, Fugato Band, dan Synfive.
Selanjutnya pada Sabtu, (27/12), pengunjung kembali dimanjakan dengan pertunjukan Gasada Band dan Sudden Band di Panggung Plaza, disusul pada hari Minggu (28/12), pengunjung disuguhi penampilan seni budaya seperti Kagama Beksan Semarang, Kids Project, dan Manahati Tari, yang menonjolkan nilai edukasi, kreativitas anak, serta pelestarian seni tradisi.
Momentum kepedulian sosial juga menjadi bagian penting rangkaian Nataru. Pada Senin (29/12), Semarang Zoo menggelar kegiatan bersama anak-anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB) sejak pukul 08.00–12.00 WIB. Kegiatan ini dikemas sebagai ruang interaksi, hiburan dan pembelajaran inklusif di lingkungan kebun binatang.
Rangkaian hiburan musik kembali berlanjut pada hari Selasa (30/12), dengan penampilan MB Music serta Rabu (31/12), menghadirkan Kaoka Band dan OM Ragista di Panggung Plaza. Malam pergantian tahun baru dikemas dalam suasana aman, ramah keluarga dan terbuka untuk semua kalangan.
Pengelola menyatakan, bahwa adanya keramaian itu, koleksi satwa tetap dalam kondisi aman dan tidak menimbulkan stres.
“Satwa di sini memang sudah terbiasa dengan manusia, sudah biasa melihat keramaian, jadi tidak akan terganggu,” jelas dr h Niko, koordinator Marketing Semarang Zoo.
Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman juga mengimbau Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang untuk memberikan jaminan keamanan dan rasa nyaman untuk wisatawan, mulai dari pelayanan yang baik di tempat parkir, sampai masuk objek wisata yang didatangi.
Menurut Pilus, sapaan akrab ketua DPRD, Pemkot Semarang harus menjalin kolaborasi yang erat dengan melibatkan aparat keamanan dari unsur TNI-Polri, dan Dinas Perhubungan, agar membuat wisatawan nyaman dan punya pengalaman yang berkesan saat berada di Semarang.
“Tolak ukur keberhasilan dalam menyambut wisatawan bisa dilihat dari apakah mereka suka ria di Semarang, jangan sampai membuat mereka kecewa, karena kalau pelayanannya kurang baik dikhawatirkan akan mempengaruhi tingkat kunjungan wisata,” pungkasnya. (HS-06)