HALO BLORA – Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, menggelar Pemberian Apresiasi Pejuang Swasembada Pangan, di pendopo rumah dinas Bupati Blora, baru-baru ini.
Kegiatan tersebut diawali dengan penandatangan perjanjian kerja sama oleh DP4 Blora dengan Politeknik Mapena Tuban dan LPPNU Blora, dalam rangka pembangunan pertanian dan pengembangan pertanian organik untuk mewujudkan Kabupaten Blora menjadi pertanian organik.
Di samping itu juga dilaksanakan pelantikan Masyarakat Petani dan Pertanian Organik Indonesia (Maporina) Kabupaten Blora oleh ketua Maporina Provinsi Jawa Tengah.
Kepala DP4 Kabupaten Blora Ngaliman, melaporkan bahwa pada 2025, Amalia Sasanti, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), meraih juara 3 POPT tingkat Nasional.
Kemudian prestasi di tingkat Provinsi Jateng di antaranya, Juara 1 stand terbaik pada acara pekan Agro Digital dan Inovasi Jateng 2025, Juara 1 petugas IB Jateng kategori tertinggi aseptor di atas 10.000 atas nama Ari Saptono, juara 1 penggunaan kartu tani terbaik se Jateng, dan juara 2 kelompok tani milenial tembakau se Jateng.
Selanjutnya prestasi tingkat kabupaten meliputi, Juara 1 penyelenggaraan statistik sektoral 2025, Juara 2 lomba konten program unggulan antar-OPD, Juara 1 pada Festival Blora Inovasi (FBI) dengan inovasi Gerakan Pengembangan Buah Nusantara (Gerbang Blora).
Melengkapi informasi kemenangan tiga tahun berturut-turut yang diraih oleh DP4 di tingkat Nasional yakni, Tahun 2023 Gerakan Sejuta Kotak Umat dan Gerakan Sejuta Kotoran ternak bermutu dan bermanfaat (Geseku) serta pada tahun 2024 Inovasi 99 Petani Muda Kreatif dan Berprestasi (Pedati).
Sampai saat ini Geseku yang merupakan gerakan untuk mengajak petani untuk memanfaatkan kotoran ternak menjadi pupuk organik guna menyuburkan lahan pertanian pertanian dan mengurangi ketergantungan penggunaan pupuk unorganik.
“Bahkan untuk mengintensifkan gerakan Geseku pada 2025 telah diselenggarakan lomba inovasi Geseku antar Babinsa dan Koramil yang berkolaborasi dengan para penyuluh pertanian dan kepala desa beserta perangkat desa untuk mengajak petani dalam mengubah kotoran ternak menjadi pupuk organik,” kata Ngaliman, seperti dirilis blorakab.go.id.
Dampaknya dengan agenda lomba tersebut terjadi peningkatan jumlah kotak yang dibuat untuk menampung kotoran ternak menjadi pupuk organik pada tahun 2024 berjumlah 2200 buah kotak pada tahun 2025 meningkat dratis menjadi 3.950 kotak.
Untuk menumbuhkan greget dan memberi semangat kepada para pejuang swasembada pangan di Kabupaten Blora diserahkan sertifikat penghargaan dari Bupati Blora kepada para pejuang tersebuat di antaranya Babinsa, Koramil, PPL, BPP, kelompok tani, kepala desa, petani milenial, petugas IB, petugas Keswan, Pokdakan, POPT, Penyuluh Perikanan, UPJA, PKK desa/kelurahan dan petugas bidang dan bibit unggul DP4.
Selain itu Bupati juga memberi penghargaan Pejuang Swasembada Pangan Dandim 0721/Blora Letkol Inf Agung Cahyono, dan Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto.
“Beliau berdua telah berpartisipasi aktif dalam mendukung suksesnya swasembada pangan beras dan jagung di Kabupaten Blora,” kata Ngaliman.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Blora Sri Setyorini.
Ngaliman secara terbuka menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan dan bantuan untuk mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Blora.
Secara khusus ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan wakil Bupati Blora yang telah memberikan bantuan kendaraan operasional kepada penyuluh pertanian.
Apresiasi
Sementara itu Bupati Blora Arief Rohman dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Sri Setyorini, memberikan apresiasi atas terselenggaranya berbagai kegiatan yang dikemas dalam pemberian Apresiasi Pejuang Swasembada pangan di Kabupaten Blora tahun 2025.
“Karena mampu memberi spirit kepada semua pihak dalam upaya meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan para petani,” kata dia.
Dikatakannya, pemerintah daerah berkomitmen akan terus berupaya untuk memajukan pertanian dan menjadikan kabupaten Blora menjadi pertanian organik.
Untuk mendukung dan mempercepat kemajuan di bidang pertanian telah dilakukan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian dan teknologi pertanian.
Mengingat Blora merupakan salah satu lumbung pangan di Jawa Tengah dan gudangnya sapi di Jawa Tengah, sehingga logis kalau ke depan Kabupaten Blora menjadi andalan dalam mewujudkan swasembada pangan.
Berkenaan hal tersebut Bupati Blora Arief Rohman mengucapkan terima kasih kepada berbagai pemangku kepentingan dan berbagai pihak lainnya serta OPD terkait yang selama ini telah memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Blora.
“Blora siap menyukseskan program swasembada pangan dan menjadikan Blora lumbung pangan dengan pengembangan pertanian organik serta pusat pengembangan tanaman buah Nusantara,” kata dia.
Sementara itu Bambang Sulistya, mantan Kepala Dinas Pertanian menyampaikan kiprah yang telah dilakukan oleh kepala Dinas DP4 merupakan langkah strategis dan cerdas dalam memberi spirit dan pengakuan kepada para pejuang Swasembada Pangan di Kabupaten Blora.
“Mungkin di Indonesia baru di Kabupaten Blora yang berani menggelar kegiatan pemberian apresiasi pejuang swasembada pangan. Karena membutuhkan semangat pengabdian tinggi dan tekad yang membara,” ucapnya. (HS-08)