HALO SEMARANG – Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah sebagai lembaga pengawasan pelayanan publik memberikan saran dan sejumlah rekomendasi kepada PDAM Tirta Moedal Kota Semarang agar pelayanannya menjadi lebih baik.
Rekomendasi tersebut adalah hasil dari temuan atau investigasi di lapangan, yang salah satunya di Reservoir Siranda yaitu kasus penemuan jenazah yang sempat membuat heboh masyarakat beberapa waktu lalu.
Adapun sejumlah hasil dari temuan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Ombudsman Jawa Tengah, Siti Faridah di Kantor Pusat PDAM Tirta Moedal Semarang, Jumat (12/12/2025).
Dikatakan Siti Faridah, terkait hasil investigasi di beberapa aset PDAM Tirta Moedal Semarang, dan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM), setidaknya ada lima hal penting untuk dijadikan koreksi sebagai bahan untuk perbaikan layanan kedepannya. Secara umum, ditemukan masalah terkait pemenuhan standar layanan, jaminan keamanan, maupun standar SOP serta pengawasan aset PDAM yang belum optimal.
“Sehingga perlu dioptimalkan lagi dalam hal pengawasan dan pengamanan maupun perawatan reservoir baik itu yang aktif maupun cadangan,” ujarnya.
“Kami meminta agar PDAM Tirta Moedal untuk terus melakukan identifikasi terhadap semua aset PDAM Tirta Moedal, termasuk yang dibangun oleh pihak lain atau kementerian terkait. Ataupun dari bantuan lembaga lain berupa project lainnya maupun aset milik PDAM sendiri. Aset sangat penting secara formal dan legal, hingga kebutuhan biaya perawatannya,” imbuhnya.
Selanjutnya, terkait evaluasi kinerjanya, pihaknya meminta PDAM memiliki standar pelayanan publik minimal punya kanal pengaduan yang mudah diakses oleh masyarakat.
“Termasuk bagaimana cara perawatannya, sistem pengawasannya. Kemudian kami ingin adanya standar pelayanan publik pada setiap resrvoir, minimal ada layanan kanal pengaduan. Jika ada kerusakan pada aset bisa disampaikan dengan cepat untuk segera ditangani,” paparnya.
Dan tak kalah pentingya, PDAM harus membentuk tim prosedur operasional standar, sehingga dalam memberikan pelayanan bisa makin baik.
“Diharapkan nantinya bisa merencanakan kebutuhan personil yang ideal berapa dan masing-masing tugasnya, bahkan melekat dari tusi dan by namenya,” katanya.
Siti juga menyampaikan, bahwa PDAM perlu untuk membentuk forum komunikasi publik.
“Yang berisi stake holder terkait untuk memberikan penguatan dan dukungannya atas pelayanan publik yang diberikan. Dan memberikan solusi jika ada kendala atau masalah yang perlu dikomunikasikan bersama,” pungkasnya.
Plt Direktur Umum PDAM Tirta Moedal, Yulianto Prabowo mengatakan, bahwa pihaknya telah membuat pengamanan di aset PDAM Tirta Moedal menjadi lebih baik. Seperti di reservoir Siranda dipasang CCTV dan pengawasan selama 24 jam, dan pemasangan pagar pembatas jadi setinggi 2,4 meter.
“Harapannya kejadian serupa tidak terulang. Dan kami komitmen untuk terus memberikan pelayanan yang optimal kepada pelanggan. Memang aset PDAM cukup banyak, jadi memang perlu pengawasan dan perawatan yang rutin,” katanya. (HS-06)