HALO SEMARANG – Ribuan aparat diterjunkan untuk mengamankan aksi dari Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), dalam rangka memperingati Hari HAM Sedunia. Aksi digelar dua lokasi, yaitu Silang Selatan Monas dan kawasan Gedung DPR/MPR RI Senayan.
Hal itu disampaikan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro dalam keterangan tertulis, seperti yang dirilis Tribratanews.polri.go.id, Rabu (10/12/25).
“Silang Selatan Monas: 2.921 personel. Dan 1.704 personel di DPR,” jelas Kapolres Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.
Kombes Pol Susatyo juga mengungkap, pelayanan akan dilakukan dengan cara humanis. Ia menegaskan, pengamanan juga dilakukan persuasif.
“Silakan berorasi dengan tertib. Jangan memprovokasi, jangan melawan petugas. Hindari tindakan seperti membakar ban, menutup jalan, atau merusak fasilitas umum,” kata dia.
Sementara itu diperoleh keterangan pula, juru bicara Gebrak, Sunarno, menyampaikan aksi ini mengusung tema “Bangun Persatuan Rakyat untuk Kebebasan Politik, Keadilan Upah, dan Keadilan Ekologis.” Ia memaparkan sembilan tuntutan utama yang dibawa peserta aksi.
Di antaranya, pembebasan seluruh tahanan politik Perlawanan Agustus, penindakan terhadap pelaku pelanggaran HAM dalam penanganan aksi tersebut, serta kenaikan upah 2026 secara signifikan.
Gebrak juga menolak formula kenaikan upah yang masih mengacu pada UU Cipta Kerja dan PP 51/2023.
Selain isu ketenagakerjaan, aliansi ini juga menyoroti persoalan lingkungan. Mereka menuntut moratorium konsesi tambang, perkebunan, dan hutan industri di kawasan hutan, audit independen terhadap perusahaan-perusahaan ekstraktif, hingga penindakan hukum terhadap pelaku perusakan alam.
Gebrak turut mendesak pembangunan sistem peringatan dini bencana yang terintegrasi dan melibatkan masyarakat. (HS-08)