HALO SRAGEN – Bupati Sragen Sigit Pamungkas mendorong semua pihak untuk menjadikan Sragen sebagai pusat batik di Solo Raya.
Hal itu disampaikan Bupati Sragen Sigit Pamungkas, ketika menghadiri Festival Batik Pungsari Tahun 2025 yang digelar Pemerintah Desa Pungsari, Kecamatan Plupuh, di lapangan desa setempat, Sabtu (1/11/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Sragen mengatakan walaupun perajin batik terbanyak ada di wilayahnya, namun produk batik dari daerah itu sering kalah pamor.
“Karena itu, sudah saatnya kita tegaskan bahwa pusat batik Solo Raya ada di Kabupaten Sragen,” kata dia, seperti dirilis sragenkab.go.id.
Bupati menambahkan, melimpahnya produsen batik di Sragen, seharusnya menjadi kekuatan besar yang harus terus didorong melalui promosi, edukasi, dan pengembangan industri kreatif.
“Kalau orang bicara batik Solo Raya, maka pusatnya adalah Sragen. Di sinilah perajinnya terbanyak, produknya beragam, dan kualitasnya unggul. Ke depan, tagline ‘Sragen Pusat Batik Solo Raya’ harus terus digaungkan,” lanjutnya.
Selain itu, Bupati Sigit juga menekankan pentingnya regenerasi perajin batik agar seni membatik tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Kalau jumlah perajin mulai menurun, kita harus mendidik generasi muda agar terus melestarikan batik. Banyak motif dan inovasi baru yang bisa dikembangkan untuk memperkaya khasanah batik Sragen,” kata dia.
Dalam kesempatan itu dia juga menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya festival yang diinisiasi oleh masyarakat dan pemerintah desa itu.
Ia menilai kegiatan ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Sragen memiliki kekayaan budaya dan ekonomi kreatif yang luar biasa.
“Saya melihat festival ini sangat luar biasa. Ada 13 usaha batik yang menjadi sponsor utama dan ribuan warga yang hadir,” kata dia.
Sementara itu dalam gelaran tersebut, ratusan motif batik menghiasi setiap sudut dalam gelaran Festival Batik Pungsari Tahun 2025.
Perayaan budaya ini menegaskan jati diri Kabupaten Sragen sebagai daerah penghasil batik terbesar di wilayah Solo Raya.
Acara yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa Pungsari bersama masyarakat dan para perajin batik ini dihadiri pula oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sragen, Linda Sigit Pamungkas, sejumlah kepala OPD, perangkat desa se-Kecamatan Plupuh, tokoh masyarakat, serta ribuan warga dari berbagai wilayah di Sragen.
Festival ini menampilkan beragam kegiatan menarik seperti karnaval batik, lomba tari, workshop edukasi membatik, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) batik dan kuliner, lomba konten TikTok, lomba menyanyi, serta business matching antara pelaku usaha batik dengan mitra potensial.
Ketua Panitia, Usman, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Festival Batik Pungsari lahir dari semangat masyarakat untuk memperkenalkan potensi besar desanya dalam industri batik.
“Desa Pungsari memiliki banyak perajin batik dengan kapasitas produksi yang tinggi. Namun selama ini, nama Pungsari belum sepopuler sentra lain. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Pungsari juga memiliki potensi luar biasa,” ujarnya.
Tujuan kegiatan ini tidak hanya untuk memperkenalkan batik yang ada di Desa Pungsari, tapi juga untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui industri batik, menuju desa wisata batik yang maju dan berdaya saing. (HS-08)