in

Pemkot Tegal Targetkan Penurunan Stunting hingga 14 Persen

Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyatul Muthmainnah memberikan sambutan dalam rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting tingkat Kecamatan Tegal Barat dan Margadana, di Pendopo Ki Gede Sebayu Kota Tegal, Selasa (21/10/2025). (Foto : tegalkota.go.id)

 

HALO TEGAL – Wakil Wali Kota Tegal,  Tazkiyatul Muthmainnah mengajak seluruh stakeholder untuk memperkuat komitmen bersama, dalam menurunkan angka stunting di Kota Tegal, sehingga muncul generasi yang sehat dan berkualitas.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Tegal,  Tazkiyatul Muthmainnah, ketika membuka acara Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat Kecamatan Tegal Barat dan Margadana, di Pendopo Ki Gede Sebayu Kota Tegal, Selasa (21/10/2025).

“Penurunan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran lintas sektor dan seluruh elemen masyarakat. Kita harus bergerak bersama, mulai dari tingkat keluarga, kelurahan, hingga kota,” kata Tazkiyatul Muthmainnah, seperti dirilis tegalkota.go.id.

Dia menekankan bahwa upaya pencegahan stunting, harus dimulai sejak dini, bahkan sejak masa remaja.

Menurutnya, remaja putri merupakan kelompok strategis yang perlu mendapat perhatian khusus agar nantinya menjadi calon ibu yang sehat dan siap melahirkan generasi unggul.

“Kita ingin menjadikan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri sebagai kebiasaan, bukan hanya kewajiban. Ibu yang keren adalah ibu yang memahami kualitas gizi dan kesehatan anaknya,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota juga menyinggung capaian penurunan angka stunting di Kota Tegal.

Berdasarkan data terbaru, angka stunting telah mengalami penurunan dari 22% menjadi 18%, dan diharapkan terus menurun hingga mencapai 14% sesuai target provinsi.

“Bismillah, kita bersama-sama dengan TPPS akan menggerakkan seluruh lapisan masyarakat agar target penurunan stunting dapat tercapai,” tegasnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP2PA) Kota Tegal, Rofiqoh menjelaskan bahwa TPPS merupakan wadah koordinasi lintas sektor yang dibentuk untuk memperkuat pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Kota Tegal.

Melalui TPPS, pemerintah berupaya memastikan program dan kegiatan terkait penurunan stunting dapat berjalan secara terpadu, efektif, dan berkesinambungan.

Rakor ini dilaksanakan selama dua hari, pada tanggal 21–22 Oktober 2025, dengan tujuan untuk mengorganisasikan, mensinergikan, serta mengevaluasi upaya penurunan stunting secara efektif.

Sasaran kegiatan ini meliputi remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 0–59 bulan.

Selain sambutan dan pengarahan dari Wakil Wali Kota, kegiatan ini juga diisi dengan sejumlah paparan materi dari para Kepala Puskesmas, antara lain:

  1. Evi Sukaesih, Kepala Puskesmas Tegal Barat, dengan materi “Strategi Implementasi Percepatan Penurunan Stunting untuk Masa Depan yang Lebih Baik.”
  2. Susan, Kepala Puskesmas Debong Lor, dengan paparan “Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Debong Lor.”
  3. Destina Dyah Astuti, Kepala Puskesmas Margadana, dengan materi “Penanganan Stunting di Wilayah Margadana.”
  4. Rini Marini Astuti, dari Puskesmas Kaligangsa, yang menyampaikan materi “Penanganan Stunting Berbasis Wilayah.”

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Tegal berharap terwujudnya sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat untuk menurunkan angka stunting serta membangun sumber daya manusia unggul di masa depan.

Turut hadir dalam kegiatan ini para Camat Tegal Barat dan Margadana, serta perwakilan puskesmas, perangkat daerah, kader kesehatan, dan TP PKK di wilayah setempat. (HS-08)

Wagub Jateng: Pesantren Punya Potensi Besar Sumbang Swasembada Pangan

Data BPS Kota Pekalongan, Ratusan Rumah Tangga Alami Peristiwa Kematian