HALO CILACAP – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Purwokerto menyelenggarakan Workshop Pengembangan Modul Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah Berbasis Pembelajaran Mendalam, sebagai bagian Strategi Meningkatkan Jiwa Kepemimpinan dan Nasionalisme, Sabtu (18/10/2025) dan Minggu (19/10/2025) di Hotel Aston Inn Cilacap.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya para siswa, melalui penyusunan kurikulum CBP Rupiah.
Acara diawali dengan sambutan dari Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Mahdi Abdillah, yang menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Cilacap atas dukungan dan sinergi yang terjalin.
Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Cilacap akan menjadi pionir dan pilot project dalam penyusunan modul ajar CBP Rupiah.
“Kita patut berbangga karena Kabupaten Cilacap dengan inovasi-inovasinya mampu menjadi pioneer dalam berbagai inovasi CBP Rupiah,” kata Mahdi, seperti dirilis cilacapkab.go.id.
Mahdi menjelaskan bahwa meskipun inklusi keuangan di Indonesia sudah mencapai angka yang tinggi (sekitar 90%), literasinya masih tertinggal (sekitar 60-70%).
“Kecepatan literasi tidak bisa mengimbangi kecepatan inklusinya, jadi orang, anak-anak kita sudah mengakses layanan keuangan sebelum dia paham apa itu manfaat dan risikonya,” tegasnya.
Hal inilah yang mendasari pentingnya workshop untuk merumuskan kurikulum pembelajaran CBP Rupiah.
“Saya berharap apa yang kita lakukan pada dua hari ini, tidak hanya sekadar seremoni dan bincang-bincang tetapi akan bisa menelurkan suatu inovasi, ide, pedoman untuk Bapak Ibu semuanya untuk melakukan edukasi pada masyarakat,” harap Mahdi.
Workshop dibuka secara resmi oleh Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman. Dalam sambutannya, Syamsul menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini dan menekankan bahwa Rupiah bukan hanya alat tukar, tetapi juga simbol kedaulatan dan kebanggaan bangsa.
“Edukasi seperti ini tentu sangat bermanfaat dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya dalam menciptakan kesadaran akan pentingnya pemahaman tentang Rupiah,” katanya.
Syamsul juga menyoroti peran penting tenaga pendidik di era transformasi digital. “Guru dan pendidik merupakan agen perubahan yang memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai-nilai literasi Rupiah kepada generasi muda,” tambahnya.
Merangkap sebagai narasumber, Bupati Cilacap menyampaikan topik “Sinergi Pemerintah Daerah dalam Membangun Literasi Rupiah”, dan berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat nasionalisme ekonomi.
“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk menumbuhkan semangat nasionalisme ekonomi, memperkuat kerja sama, dan membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga Rupiah berarti menjaga martabat bangsa dan masa depan ekonomi daerah,” kata dia, seraya membuka workshop.
Selain Bupati Cilacap, workshop ini juga menghadirkan narasumber luar biasa dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Nina Purnamasari yang akan membantu peserta untuk menyusun kurikulum ajar tentang Literasi Keuangan CBP Rupiah serta Motivator dan Inspiring Leader, Remaja Tampubolon.
Kegiatan ini melibatkan Tim Koordinasi Kerjasama Daerah dari Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, perwakilan Dinas Pendidikan, Kemenag, perbankan, serta duta-duta rupiah dari empat kabupaten tersebut. (HS-08)