in

Gandeng HIMKI dan HDII, KAPIKA Gelar Event Furnitur Wood-Fest 2025 Di MCC

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia didampingi² Keluarga Alumni PIKA (KAPIKA) menandai peresmian pameran furnitur WoodFest 2025 yang diadakan di MCC Semarang pada Jumat (3/10/2025).

HALO SEMARANG – Event Keluarga Alumni PIKA (KAPIKA) WoodFest 2025 kembali digelar pada Jumat (3/10)- Minggu (5/10) bertempat di Marina Covensional Centre (MCC), Kota Semarang. Kegiatan yang berlangsung tiga hari itu, diikuti sekitar 30 stand, yang meliputi dari perusahaan mebel, galeri furnitur, mesin perkayuan, desain interior hingga produk motif kayu lainnya.

Ketua Penyelenggara KAPIKA Woodfest 2025, Johanes Chaesario mengatakan, bahwa event ini diadakan ketiga kalinya, yang menjadi agenda rutin SMK PIKA.

“Dan kali ini digelar di luar SMK PIKA, dan diikuti sekitar 30 stand. Yakni mulai dari galeri furnitur, furnitur lokal dan ekspor sampai kontraktor interior,” katanya.

Dalam acara ini, KAPIKA mengandeng Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) dan Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII).

:Di event ini kami juga diikuti oleh para buyer dari luar negeri yakni Eropa dan Amerika. Kita targetkan 1.000 orang pengunjung per harinya. Sedangkan pengunjung bisa masuk ke pameran dengan gratis yang dimulai pukul 08.00-20.00 WIB,” jelasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia mengatakan, bahwa pihaknya mengapresiasi event furnitur. Diharapkan, tahun depan bisa lebih besar lagi dengan difasilitasi pemerintah daerah.

“Tadi juga disampaikan kalau event kedepan akan difasilitas oleh bu walikota untuk tempatnya gratis. Kalau jadi besar, nanti kami juga akan berkolaborasi dengan kementerian perindustrian,” ungkapnya.

Dia menambahkan, acara ini sangat bermanfaat bagi industri furnitur. Karena selain menampilkan kualitas, namun potensi usaha furnitur agar dilihat calon buyer.

“Apalagi para lulusan SMK PIKA adalah aset bangsa, khususnya di bidang furnitur. Ada desain interior, kontraktor dan saat ini nilai ekspor non migas dari Jawa Tengah menjadi nomor dua adalah ekspor furnitur,” katanya.

“Sehingga Alumni PIKA diharapkan bisa mendukung peningkatan ekspor non migas dari bidang perkayuan dan produk kayu,” lanjutnya. (HS-06)

Genjot Skrining Tuberkulosis, Ahmad Luthfi Luncurkan Program Speling Melesat dan TB Express

Gigi Putih Bebas Bau Mulut, Jangan Hanya Kejar Tren