in

Usai Gelar Uji Terbang, Medsos ‘Curug 1000 Paralayang’ Dibanjiri Pengunjung

Terbang bersama pilot paralayang di DTW Curug Sewu Kecamatan Patean Kabupaten Kendal beberapa waktu lalu.

HALO KENDAL – Sepekan pasca dilaksanakannya uji terbang, media sosial (medsos) wisata “Curug 1000 Paralayang” dibanjiri berbagai komentar dari masyarakat. Rata-rata menginginkan wisata sport tourism tersebut bisa segera dibuka.

Official atau penanggung jawab “Curug 1000 Paralayang”, Achmad Sutrisno mengaku, dalam sepekan tercatat 10 ribu lebih pengunjung medsos yang menginginkan ikut terbang.

“Masyarakat menginginkan segera dibuka untuk umum. Bahkan rombongan pilot pengunjung dari Kalimantan Selatan akan segera terbang di Curug 1000 Paralayang. Mereka terpesona suasana terbang dengan pemandangan air terjun,” ungkapnya, Jumat (26/9/2025).

Sutrisno menjelaskan, saat ini pihaknya baru bisa melaksanakan operasional penerbangan paralayang setiap Jumat. Itupun melihat kondisi cuaca, dan maksimal melayani tujuh orang.

“Jika nanti pengunjung sudah benar-benar membludak, kita akan prepare lagi dengan menambah jumlah pilotnya,” jelas anggota Polda Jawa Tengah tersebut.

Sutrisno juga menyampaikan progres pembangunan landing yang dijadwalkan awal Maret 2026 dipercepat mulai tahun ini. Sedangkan untuk take off tetap di bulan Maret 2026.

“Untuk saat ini baru persiapan obstacle di area runway take off dan landing. Akhir bulan September akan dilakukan analisa dan evaluasi hasil uji terbang tahap pertama,” imbuhnya.

Sutrisno menyebut, pada Oktober, pihaknya bersama crew pilot direncanakan akan menyelenggarakan penerbangan kembali di DTW Curug Sewu.

“Itu kita lakukan sebagai bentuk sarana promosi wisata Curug 1000 Paralayang, agar masyarakat Indonesia bahkan internasional datang ke Kendal,” tandasnya.

Sebelumnya, official wisata “Curug 1000 Paralayang'” bersama tim dari Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kendal dan rombongan pilot, menggelar uji terbang di Daya Tarik Wisata (DTW) Curug Sewu.

Leader Pilot dari TNI AU, Kolonel Pujo Wahono mengatakan, dirinya bersama empat pilot hadir di DTW Curug Sewu untuk membantu menganaliasa ruang lingkup dan berbagai macam kesalamatan wisata “Curug 1000 Paralayang”.

“Nanti setelah itu akan ada kegiatan studi kelayakan dari Komite Paralayang Provinsi Jawa Tengah guna mendapatkan rekomendasi kelayakan terbang,” ujarnya.

Hasil dari uji terbang, lanjut Kolonel Pujo, disimpulkan ada beberapa hal yang harus di selesaikan. Terutama di lokasi landingnya, karena masih banyak gangguan pohon tinggi sehingga dapat membayahakan penerbangan. (HS-06)

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Raih Penghargaan Pemimpin Perempuan Terpopuler

Desa Bolo dan Brambang Jadi Percontohan Antikorupsi di Demak