HALO CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap menggelar upacara peringatan Hari Pramuka ke-64 tingkat kabupaten, Jumat (29/8/2025).
Upacara yang semula diagendakan berlangsung di Lapangan Krida Nusantara Cilacap Utara itu, dipindahkan ke Pendopo Kecamatan Cilacap Utara karena hujan.
Upacara dipimpin Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, yang juga Bupati Cilacap.
Acara turut dihadiri jajaran pengurus Mabicab dan Kwartir Cabang Cilacap. Dalam kesempatan tersebut, Syamsul membacakan amanat Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
Tema peringatan tahun ini adalah “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa.”
Tema itu, menurut Ketua Kwarnas, bukan sekadar slogan, melainkan tekad bersama untuk memperkuat jati diri Pramuka sebagai insan pancasilais sekaligus garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan, tanpa kehilangan jati diri di tengah arus globalisasi dan digitalisasi,” kata Syamsul, membacakan amanat Ketua Kwarnas.
Syamsul Auliya Rachman juga menekankan pentingnya pendidikan karakter melalui Gerakan Pramuka, dalam menghadapi tantangan zaman.
Menurut dia, banyak terdapat berbagai tantangan, mulai dari judi daring, penyalahgunaan narkoba, hingga ancaman disrupsi teknologi.
Dalam peryataanya seperti dirilis cilacapkab.go.id, Syamsul menekankan Pramuka harus menjadi solusi melalui pembinaan karakter, penguasaan keterampilan hidup (life skill), hingga penguatan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik.
Selain itu, Gerakan Pramuka didorong aktif dalam pengabdian masyarakat, penanggulangan bencana, bakti sosial, hingga kegiatan pelestarian lingkungan hidup.
Adaptasi di era digital juga ditekankan, terutama dalam penyebaran konten positif, penangkalan hoaks, dan penguatan literasi digital.
Gerakan Pramuka juga diarahkan untuk mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional melalui kerja sama dengan berbagai pihak, seperti Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Organisasi Pangan Dunia (FAO). Program pelatihan kewirausahaan turut dikembangkan untuk melahirkan wirausaha muda Pramuka.
“Semua langkah itu adalah kontribusi nyata Gerakan Pramuka dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Sumber daya manusia unggul hanya bisa dibentuk melalui pendidikan karakter yang kuat,” ujarnya.
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu Syamsul Auliya Rachman juga menerima penghargaan Rencana Karya Bakti dan Dharma Bakti dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.(HS-08)