HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal menyatakan dukungannya terhadap ekspansi PT Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI) yang melakukan groundbreaking pembangunan pabrik baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Rabu (27/8/2025).
Hal itu disampaikan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari. Menurutnya, kehadiran pabrik tersebut diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka ribuan lapangan kerja baru.
“Pemkab Kendal mendukung penuh dibangunnya PT GCPI. Pasalnya, dengan berdirinya pabrik, maka akan semakin meningkatkan perekonomian di Kabupaten Kendal,” ujarnya.
Bupati menyebut, Kabupaten Kendal berhasil mencatatkan capaian investasi tertinggi di Jawa Tengah pada tahun 2024, dan dengan adanya ekspansi perusahaan baru, tren positif itu akan terus berlanjut.
“Dengan adanya perusahaan baru yang ekspansi di KEK maupun luar KEK, otomatis akan meningkatkan investasi di Kabupaten Kendal,” jelasnya.
Sementara, CEO PT GCPI Rajesh Sethuraman menjelaskan, bahwa pabrik baru ini dirancang tidak hanya untuk memperluas skala produksi, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar.
“Kehadiran pabrik tentunya membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar, serta komitmen terhadap operasional yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Rajesh menambahkan, ekspansi tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2026 dan mampu menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja baru.
“Ekspansi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi kebutuhan konsumen nasional secara lebih optimal,” ungkapnya.
Sedangkan Pimpinan PT Kawasan Industri Kendal (KIK), Juliani Kusumaningrum turut menegaskan, kehadiran GCPI memperkuat posisi KEK Kendal sebagai kawasan industri yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.
“Hadirnya ekspansi GCPI di Kendal menjadi bukti nyata KEK Kendal menjadi pilihan utama bagi investor global. Selain itu, juga mendukung penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” tandasnya.
Juliani juga mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada 132 perusahaan yang masuk ke Kawasan Industri Kendal, dengan 50 perusahaan telah beroperasi, 30 sedang dalam tahap konstruksi, dan beberapa lainnya segera menyusul. (HS-06)