HALO KENDAL – Memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia, berbagai kegiatan lomba digelar masyarakat di Kabupaten Kendal. Mulai dari tasyakuran, aneka lomba, upacara hingga karnaval.
Seperti yang dilakukan ratusan warga RT 03 RW 03 Desa Jambearum, Kecamatan Patebon, mulai dari anak-anak, remaja, bapak-bapak, ibu-ibu bahkan kakek dan nenek mengikuti lomba mancing.
Lomba mancing seluruh warga RT 03 tersebut merupakan bentuk kebersamaan dan guyub rukun sesama warga setempat. Lomba mancing yang digelar di sungai setempat memberikan berbagai hadiah, seperti uang tunai dan barang elektronik menarik lainnya.
Peserta diwajibkan membawa alat pancing dan pakan ikan sendiri, selain itu harus membawa satu tempat ikan atau satu joran. Penentuan juara di antaranya untuk peserta yang pertama kali mendapat ikan, peserta yang mendapat ikan yang sudah ditempeli pita dan peserta terbanyak mendapat ikan.
Penggagas lomba mancing, Mbah Bro mengatakan, lomba mancing ini selain menyemarakkan HUT RI, pada awalnya adalah ingin memberikan ikan kepada warga. Namun dengan cara memancing, sehingga ada usaha, tidak sekadar memberikan secara cuma-cuma.
Dengan adanya lomba mancing bersama warga, juga untuk menunjukkan guyub rukun sesama warga. Selain itu, juga sebagai edukasi kepada masyarakat, agar selalu menjaga kebersihan sungai.
“Secara umum lomba ini bertujuan agar masyaralat tidak melakukan alat setrum atau obat racun, karena membahayakan dan merusak kelestarian sungai,” ujarnya.
Sementara salah satu warga, Haris mengaku senang dengan adanya lomba mancing bersama warga.
“Harapannya, lomba mancing seperti ini selalu digelar tiap tahun, atau kalau bisa, bukan hanya untuk satu RT, tapi bisa diperluas tingkat RW,” ungkapnya.
Di tempat lain, guyub rukun dan kekompakan warga RT 02 RW 01 Kelurahan Banyutowo, Kecamatan Kendal menggelar pawai karnaval yang meriah.
Pawai karnaval keliling kampung sejauh sekitar satu kilometer diikuti seluruh lapisan warga. Diawali barisan paling depan adalah rombongan anak-anak, kemudian diikuti ibu-ibu, bapak-bapak dan para pemuda.
Pawai Karnaval pun menampilkan beragam kreasi, seperti baju hias, baju tradisional dan baju-baju aneh lainnya. Pawai Karnaval juga mengarak dua buah gunungan, yakni gunungan dari hasil bumi dan gunungan jajanan anak-anak.
Ketua RT 02 RW 01, Suparjo mengatakan, kegiatan memperingati HUT ke-80 RI selalu digelar tiap tahun. Tujuannya, selain untuk kemeriahan, juga agar warga semakin kompak dan solid dalam segala hal untuk kemajuan kampungnya.
“Kegiatannya, tadi pagi ada senam bersama, kemudian siang ini ada karnaval dan malamnya digelar pengajian dan musik qasidah,” ujarnya.
Salah seorang warga setempat, Fahrul mengaku senang bisa bersama-sama warga lainnya mengikuti Pawai Karnaval. Kali ini, Fahrul yang sudah bapak-bapak mengenakan pakaian SD.
“Kegiatan seperti ini, selain agar meriah, juga untuk meningkatkan kekompakan sesama warga,” ungkapnya.
Demikian pula Rina, ibu rumah tangga yang mengenakan pakaian tradisional suku Dayak, tampak senang mengikuti karnaval. Ia pun berharap, kegiatan karnaval seperti harus ada setiap tahunnya.
“Kegiatan seperti ini tiap tahun harus ada, supaya warga tambah kompak,” ujarnya.
Sementara itu, dua buah gunungan sesudah diarak, langsung diserbu warga, mulai anak-anak hingga orang tua untuk mendapatkan jajanan maupun sayur-sayuran. (HS-06)