HALO SEMARANG – Sebanyak 10.107 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama menerima Anugerah Satyalancana Karya Satya pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Penghargaan ini diberikan berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi negara atas pengabdian ASN.
Penyematan dilakukan secara simbolis oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama Wakil Menteri Agama, Muhammad Syafi’i di halaman Kantor Pusat Kemenag, Jakarta, Minggu (17/8/2025).
Tercatat, penerima penghargaan tahun ini berasal dari hampir 100 satuan kerja (satker) Kemenag di seluruh Indonesia. Mereka terdiri atas:
– 513 orang dengan masa pengabdian 30 tahun,
– 4.593 orang dengan masa pengabdian 20 tahun, dan
– 5.001 orang dengan masa pengabdian 10 tahun.
Anugerah ini merupakan simbol penghormatan negara kepada ASN yang telah mengabdikan diri dengan penuh dedikasi, integritas, dan loyalitas dalam menjalankan tugas.
Suasana prosesi penyematan berlangsung khidmat, disaksikan jajaran pejabat eselon, pegawai Kemenag, serta Dharma Wanita Persatuan Kemenag.
Momentum ini menegaskan bahwa semangat pengabdian ASN menjadi bagian penting dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan.
Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar, memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman kantor Kementerian Agama, Jakarta, Minggu (17/8/2025).
Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti jajaran pejabat eselon, ASN Kemenag, serta Dharma Wanita Persatuan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan RI.
Pengibaran bendera Merah Putih dilakukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka yang berasal dari siswa-siswa Madrasah Aliyah terpilih, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Suasana khidmat makin terasa kala doa sebagai ungkapan syukur atas kemerdekaan dilantunkan.
Upacara hari ini merupakan salah satu rangkaian peringatan HUT ke-80 RI yang dilaksanakan Kemenag.
Di saat yang sama, ribuan madrasah, pesantren, serta sekolah keagamaan juga melakukan hal yang sama.
Upacara juga dilaksanakan di Kanwil Kemenag Provinsi, Kankemenag Kota/Kabupaten, serta Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). (HS-08)