in

Persoalan Sampah di Purbalingga Mendesak Ditangani Serius, Legislator Ini Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Anggota Komisi XII DPR RI, Aqib Ardiansyah saat kegiatan reses yang digelar di Kecamatan Bukateja, Purbalingga, Jawa Tengah, belum lama ini. (Foto: dpr.go.id)

 

HALO SEMARANG – Anggota Komisi XII DPR RI, Aqib Ardiansyah, menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya penataan dan pengelolaan sampah di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Komitmen tersebut disampaikan saat kegiatan reses yang digelar di Kecamatan Bukateja, Purbalingga, Jawa Tengah, belum lama ini.

Dalam kesempatan itu, Politisi Fraksi PAN itu mengungkapkan bahwa persoalan sampah di Purbalingga sudah mendesak untuk ditangani secara serius.

Berdasarkan data yang diterimanya, volume sampah yang dihasilkan masyarakat Purbalingga mencapai sekitar 513 ton per hari, namun sebanyak 91 persen dari jumlah tersebut belum terkelola dengan baik.

Karena itu, sebagai anggota Komisi XII DPR RI yang membidangi lingkungan hidup, Aqib menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), untuk bersama-sama mencari solusi atas permasalahan tersebut.

Dia bahkan mengundang perwakilan kementerian untuk melihat langsung kondisi tata kelola sampah di daerah ini.

“Kami tidak ingin hanya mendengar laporan dari atas meja. Kami ingin pihak kementerian menyaksikan langsung seperti apa kondisi di lapangan dan bagaimana inisiatif masyarakat yang sudah berjalan,” kata dia, seperti dirilis dpr.go.id.

Dalam kunjungannya, Aqib juga menyoroti salah satu inisiatif pengolahan sampah yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Penaruban, Kecamatan Bukateja.

Di sana, sejumlah pegiat lingkungan mengembangkan teknologi sederhana, untuk mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar solar.

Menurut dia, walaupun teknologi yang digunakan masih bersifat tradisional, upaya ini patut diapresiasi.

“Ini membuktikan bahwa masyarakat memiliki kemauan dan kreativitas untuk mencari solusi. Tugas kita adalah mendukung mereka agar usahanya bisa berkembang secara berkelanjutan,” katanya.

Aqib mendorong KLHK untuk memberikan pendampingan serius terhadap inovasi-inovasi lokal seperti pengolahan limbah plastik menjadi solar tersebut.

Ia menekankan pentingnya aspek sertifikasi, keamanan lingkungan, dan kelayakan usaha agar produk yang dihasilkan dapat diterima pasar dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Dengan pendampingan yang tepat, produk olahan ini bisa menjadi solusi nyata yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga menguntungkan secara ekonomi. Kami ingin ini menjadi model yang bisa direplikasi di daerah lain,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Aqib juga berjanji akan memberikan bantuan berupa sepeda motor pengangkut sampah kepada komunitas pegiat sampah Limbah Pustaka.

Bantuan ini diharapkan dapat menunjang operasional dan meningkatkan efisiensi pengumpulan sampah di lingkungan mereka.

Dalam kunjungan tersebut, Aqib turut didampingi oleh anggota DPRD Kabupaten Purbalingga, Mugo Waluyo.

Keduanya menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan di Purbalingga. (HS-08)

Pemerintah Targetkan 629 Ribu Guru Agama Tersertifikasi pada 2027

Bendera One Piece Merebak, Mardani : Selama Tidak Ada Unsur Kriminal, Enjoy Saja !