in

DPRD Jateng Apresiasi Langkah Gubernur Luthfi Libatkan Mahasiswa KKN Membangun Desa

Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko.

HALO SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko mengapresiasi langkah inovatif Pemprov Jateng yang menggandeng sejumlah perguruan tinggi dalam upaya pembangunan di tingkat desa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.

Ia secara khusus memuji inisiatif Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, yang merangkul sejumlah perguruan tinggi di Jawa Tengah untuk menerjunkan mahasiswanya dalam program kolaboratif ini.

Menurut Heri, pendekatan ini menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat dan efektif antara pemerintah daerah dengan kalangan akademisi, khususnya mahasiswa.

“Saya sangat mengapresiasi spirit kolaboratif yang ditunjukkan Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Pak Luthfi. Menggandeng mahasiswa KKN dalam pembangunan desa adalah langkah cerdas dan memberikan dampak positif yang berlipat ganda,” ujar dia.

Heri Pudyatmoko menilai bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program KKN Tematik ini tidak hanya membantu percepatan pembangunan di desa-desa, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi para mahasiswa itu sendiri.

Selain itu, mahasiwa KKN juga dapat secara langsung mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat.

“Mahasiswa adalah agen perubahan. Dengan terjun langsung ke desa, mereka bisa memberikan ide-ide segar, tenaga, dan inovasi yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya. Ini juga kesempatan emas bagi mereka untuk belajar tentang dinamika sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat pedesaan,” imbuh dia.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi saat melepas 1.910 mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) untuk kuliah kerja nyata (KKN) tematik, Selasa (22/7/2025).

Politisi Partai Gerindra ini berharap, program KKN Tematik dengan sinergi antara Pemprov dan perguruan tinggi ini dapat terus berlanjut dan diperluas cakupannya.
Menurut Heri, potensi yang dimiliki mahasiswa sangat besar dan sayang jika tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk kemajuan daerah.

“Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan menjadi contoh bagi daerah lain. Pembangunan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tapi butuh partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda kita,” pungkas Heri.

Sebelumnya Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melepas 1.910 mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) untuk kuliah kerja nyata (KKN) tematik, Selasa (22/7/2025). Mereka akan diterjunkan ke 132 desa pada 9 kecamatan di Kabupaten Kudus.

Kali ini, KKN tematik khusus untuk membantu verifikasi dan validasi data Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dan keluarga miskin di masing-masing desa.

Menurut Luthfi, mahasiswa memiliki nilai dan energi lebih, maka mereka harus lebih kreatif. Dia berpesan, dalam melaksanakan KKN Tematik RTLH ini, mereka bisa memberikan data yang lebih akurat kepada pemerintah kabupaten maupun provinsi.

“Kalau melakukan verifikasi jangan hanya check list. Kamu foto, kamu wawancara: apakah miskin ekstrem itu hanya rumah saja, punya anak berapa, anaknya sekolah atau tidak, gajinya berapa, kebutuhan makan berapa kali, apakah punya pekerjaan tetap,” pesannya kepada ribuan peserta KKN tematik.

Dibeberkan, verifikasi dan validasi yang dilakukan tidak hanya tentang unit RTLH-nya, tetapi banyak faktor lain yang juga dapat dijadikan acuan bagi pemerintah dalam memberikan bantuan-bantuan.
“Inilah gunanya kolaborasi bersama universitas. Dengan KKN tematik ini, diharapkan mahasiswa dengan segala kelebihannya, mampu menjabarkan basis pembangunan di desa,” katanya.(HS)

Ahmad Luthfi Tekankan Akselerasi Pembangunan Jawa Tengah Butuh Kebersamaan

Jateng Kaya Tradisi, Wakil Ketua DPRD Ajak Masyarakat Rawat Warisan Leluhur