in

Nguri-Nguri Budaya, Merti Desa Pamriyan Kendal Dikemas Napak Tilas Culture Festival

Pentas seni Singo Cipto Budoyo, dalam rangka Merti Desa Pamriyan, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal.

HALO KENDAL – Beragam kegiatan digelar Pemerintah Desa Pamriyan, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, dalam rangka Merti Desa 2025. Kegiatan diawali dengan barikan (syukuran) di masing-masing RT.

Selanjutnya digelar kegiatan Qotmil Qur’an di 15 titik, seperti masjid, musala, pondok pesantren hingga kantor desa.

Kepala Desa Pamriyan, Taufiq Rizal mengatakan, kegiatan Merti Desa merupakan wujud syukur warga atas rejeki dan berkah yang diterima selama ini.

“Dengan Qotmil Quran akan membawa keberkahan tersendiri bagi warga,” ujarnya kepada awak media, beberapa waktu lalu, saat menyaksikan pertunjukan Singo Barong Cipto Budoyo di lapangan Gelora Tangkas, desa setempat.

Kegiatan, lanjut Taufiq, juga ada prosesi jamasan pusaka, kemudian pameran pusaka dan kirap pusaka Kiai Tunggul mengelilingi Desa Pamriyan dengan membaca Selawat Nariyah di sepanjang perjalanannya.

“Selain itu juga dilaksanakan penanaman pohon sebagai penghijauan, di jalan talang blok sebokor, santunan anak yatim serta pameran lukisan,” beber Kades Pamriyan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pentas seni hadrah salawat isfa’lana, donor darah, sarasehan Lesbumi, juga senam jasmani, pameran sound oleh paguyuban di Kecamatan Gemuh dan ditutup dengan pentas seni Singo Cipto Budoyo dari desa setempat.

“Seluruh rangkaian kegiatan dikemas dalam bingkai Napak Tilas Culture Festival 2,” imbuh Kades Pamriyan.

Dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan memiliki makna tersendiri, seperti tema sosial, keagamaan, lingkungan hidup maupun kemanusiaan. “Juga ada edukasi bagi generasi muda dan anak anak,” kata Taufiq.

Yang tidak kalah penting adalah nguri nguri budaya jawa, di mana dalam kegiatan Merti Desa erat kaitannya dengan budaya leluhur.

“Kaitannya dengan budaya Jawa, kalau tidak kita yang melestarikan siapa lagi. Karena budaya leluhur memiliki nilai adiluhung,” ungkap Taufiq.

Pada kesempatan tersebut sekaligus melaunching group Singo Cipto Budoyo. Hal itu juga berkaitan dengan upaya melestarikan kesenian tradisional barongan.

“Tentang kegiatan Merti Desa ini, respons warga Pamriyan memang cukup positif, terbukti mereka ikut aktif dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan,” pungkas Taufiq.

Salah seorang warga, Teguh mengaku mendukung diselenggarakannya kegiatan Merti Desa Pamriyan. Menurutnya, selain sebagai wujud syukur, juga melestarikan budaya.

“Kegiatan merti desa sangat bagus dilestarikan, sebagai nguri-nguri budaya kita. Selain itu juga sebagai ajang silaturahmi antar warga,” ungkapnya.(HS)

Perkuat Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, TP PKK Jateng dan USM Teken Kerja Sama

Taj Yasin Sebut MQK Jadi Ajang Pengenalan Literasi Kitab-Kitab Klasik Berbahasa Arab