HALO SEMARANG – Pelatih kepala PSIS, Kahudi Wahyu, mulai memperkenalkan filosofi permainan yang diinginkannya untuk tim dalam menghadapi kompetisi Liga 2. Meskipun saat ini masih dalam tahap seleksi, Kahudi menekankan pentingnya memperkenalkan cara bermain sejak awal.
Latihan berlangsung di Lapangan Gelora Bumi Mintarsih, Gunungpati, Semarang, di mana Kahudi memimpin Rizky Darmawan dan rekan-rekannya dalam sesi latihan yang fokus pada strategi bertahan. “Hari ini, kami mengawali latihan dengan pengantar terkait defensif. Kami mulai memperkenalkan cara bermain dalam situasi bertahan, termasuk defensif satu lini, dua lini, dan tiga lini,” jelas Kahudi saat diwawancarai awak media usai latihan.
Pelatih berlisensi A AFC ini juga menambahkan bahwa ia mulai memperkenalkan intensitas permainan kepada para pemainnya. Dengan membagi lapangan menjadi beberapa zona sempit, Kahudi menciptakan simulasi yang realistis untuk melatih tim dalam menghadapi situasi bertahan dengan intensitas tinggi. “Kami terus mengenalkan intensitas bermain yang disesuaikan dengan kondisi saat pertandingan. Ini akan membuat latihan terasa lebih realistis, dan kami juga memperkuat prinsip-prinsip permainan kepada pemain,” lanjutnya.
Terkait dengan proses seleksi pemain, Kahudi mengungkapkan bahwa beberapa pemain telah dipulangkan, dan ia menargetkan agar kerangka tim dapat terbentuk dalam waktu sepekan. “Kemarin, ada beberapa yang sudah dipulangkan. Kami masih dalam proses, dan kami berharap semua berjalan sesuai rencana,” tutup Kahudi.
Dengan pendekatan ini, Kahudi Wahyu berkomitmen untuk membangun tim yang solid dan siap bersaing di Liga 2, mengedepankan strategi permainan yang matang dan intensitas tinggi.(HS)