in

Tingkatkan Wisata Kemukus, Pemkab Sragen Hadirkan Pasar Ekraf dan Pertunjukan Musik Jadul

Pembukaan Pasar Ekraf dan pertunjukan musik jadul, menghadirkan beragam produk unggulan lokal mulai dari kuliner tradisional, handy craft, batik sampai produk olahan khas Sragen yang diikuti 22 UMKM di promenade kawasan Kemukus. (Foto : sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Pemerintah Kabupaten Sragen menggelar Pasar Ekraf, sebagai pendukung penyelenggaraan tradisi tahunan perayaan 1 Muharram 1447 Hijriyah dan ritual Pencucian Larap Slambu di Gunung Kemukus, yang merupakan tradisi budaya leluhur setiap 1 Suro, sejak puluhan tahun silam.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, Pemkab Sragen menggelar Pasar Ekraf, yang menghadirkan beragam produk unggulan lokal mulai dari kuliner tradisional, handy craft, batik sampai produk olahan khas Sragen yang diikuti 22 UMKM di promenade kawasan Kemukus.

Wakil Bupati Sragen, Suroto usai ritual Larap Slambu mengatakan Pameran Pasar Ekonomi Kreatif (Ekraf) kembali dilaksanakan dalam rangka 1 Muharam ini diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) khususnya di wilayah Kemukus.

“Pasar ekraf tidak hanya mendorong UMKM di Kawasan Kemukus namun juga wilayah sekitarnya Kecamatan Sumberlawang dan Kecamatan Miri. Mari bersama-sama bergotong royong menjaga nama baik Gunung Kemukus sehingga wisata budayanya semakin dikenal, Sragen semakin maju dan berkembang pesat.” Kata dia di sela-sela membuka Pasar Ekraf.

Walaupun sempat diguyur hujan tidak menyurutkan masyarakat untuk memeriahkan Pasar Ekraf.

Ada yang sengaja datang menikmati kuliner ada pula yang ingin melihat pertunjukan musik.

Apalagi pengunjung pun sudah tidak sabar berjoget karena puncak acara pada malam tersebut digelar Pertunjukan Musik yang menampilkan Om Panama Musik Jadul Sragen yang membawakan lagu-lagu dangdut jadul yang akhir-akhir ini viral di masyarakat.

Tidak hanya generasi senior yang menyukai dangdut jadul namun generasi Z pun sudah tidak asing lagi dengan lagu-lagu era 70 dan 80-an dan larut dalam alunan irama dengan memakai kostum jadul, wig dan berkacamata hitam. (HS-08)

Bank Jateng Inisiasi Sinergi Perbankan melalui Treasury Gathering 2025: Tangkap Peluang di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Pemkab Sragen Dorong UMKM Tunjukkan Kolaborasi Nyata lewat Solo Raya Great Sale