HALO KENDAL – Di tahun ini, Persik Kendal yang bercokol di Liga 4 akan segera memulai perjuangan untuk target naik kasta ketiga Liga Indonesia. Manajemen sementara langsung tancap gas untuk menyiapkan tim terbaik yang akan berlaga.
Manajer sementara Persik Kendal, Rusmono Rudi Nuryawan mengatakan, pihaknya telah menghubungi sejumlah pemain asli Kendal yang kini bermain di luar wilayah, termasuk Hari Nur Yulianto.
Menurutnya, pemain kelahiran Kendal itu, telah menjelma menjadi predator haus gol yang pernah dimiliki klub PSIS dan Malut United.
“Ya termasuk Hari Nur Yulianto. Kami juga sudah menghubungi agen-agen supaya pemain asli Kendal yang bermain di luar, bisa kembali. Ada juga nama-nama lainnya, masih kita komunikasikan,” ungkap pria yang akrab disapa Wawan tersebut, Minggu (22/6/2025).
Ia pun berani menargetkan Persik Kendal yang kini berlaga di Liga 4, bisa menembus Liga 3.
“Dulu Persik Kendal pernah berlaga di liga dua, tapi tahun ini kita masih di liga empat. Bukan tidak mungkin prestasi itu akan bisa kembali terulang,” imbuh Wawan.
Sebelumnya, pemilik lama, Yoyok Sukawi dan Manajer Agung Buwono telah melepas seluruh aset Persik yang telah dipegang selama 8 tahun kepemilikan kepada Pemerintah Kabupaten Kendal.
“Mewakili manajemen, kami sudah sowan dan memberikan surat penyerahan kembali Persik kepada Pemkab Kendal,” ungkap Agung, usai bertemu dengan Murdoko, suami dari Dyah Kartika Permanasari, selaku Bupati Kendal.
Agung tak memungkiri, hingga kini Persik Kendal belum menunjukkan tajinya kembali sejak berlaga di Liga 2 pada 2017-2018. Meski dirinya menyebut, sudah berusaha untuk meningkatkan prestasi, tapi memang belum masanya.
“Terdapat beberapa kendala yang membuat Persik Kendal belum bisa menunjukkan performa terbaik. Klub itu butuh kemistri dan kondusifitas. Jadi tidak semata-mata karena kekurangan pemain bagus. Ini yang jadi PR manajemen berikutnya,” ujarnya.
Agung juga mengungkapkan, pihaknyasecara terbuka telah menyatakan “keikhlasan” untuk mengakhiri masa baktinya bersama Persik Kendal. Dia berharap, manajemen baru bisa membuka keran prestasi yang lebih baik.
“Ini bukan karena masalah keuangan alasan kami melepas Persik Kendal. Ini murni keinginan dari warga Kendal sendiri apa yang menjadi prioritas agar Persik kembali ke Kendal,” ungkapnya lagi.(HS)