HALO JEPARA – Sebanyak 68 calon bintara dan tantama TNI AD dari Jepara, sedang mendengarkan motivasi yang disampaikan Pj Sekda Ary Bachtiar dan Dandim/0719 Jepara Letkol InfArm Khoirul Cahyadi, di Pendapa Kartini, Minggu (25/5/2025).
Dalam arahannya, Pj Sekda Ary Bachtiar, mewakili Bupati Jepara H Witiarso Utomo, mengapresiasi Program Siap dan Berani Menjadi TNI (Serani) yang digagas Dandim 0719/Jepara. Program ini merupakan yang pertama kali di Indonesia.
Ary Bachtiar menyebut, Program Serani siap membantu generasi muda Jepara yang berkeinginan menjadi anggota TNI.
Diharapkan, Calon Siswa (Casis) Bintara dan Tantama TNI AD mengikuti dengan sungguh-sungguh dan bisa lolos sebagai Prajurit TNI.
“Program Serani sangat membantu generasi muda Jepara yang bercita-cita menjadi TNI,” kata dia, seperti dirilis jepara.go.id.
Lanjut Ary Bachtiar, ada 2 Tokoh dari Jepara, Raden Ajeng Kartini dan Ratu Kalinyamat yang patut dicontoh semangat perjuangannya. Spirit tersebut, semoga mampu menjadi pemicu dalam mengikuti seleksi TNI.
Semangat patriotisme dan nasionalisme harus dikobarkan untuk membela Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Nantinya, tidak hanya 68 Casis Bintara dan Tantama TNI AD saja yang mengikuti rangkaian tahapan seleksi, tetapi lebih banyak lagi minat generasi muda Jepara.
“Mudah-mudahan ke depan lebih banyak lagi anak muda Jepara mengikuti seleksi menjadi TNI,” ujarnya.
Dandim 0719/Jepara Letkol Inf Arm Khoirul Cahyadi menegaskan, bahwa kegiatan itu merupakan bentuk dukungan langsung Kodim dan Pemkab Jepara terhadap generasi muda di Jepara yang berkeinginan mengabdikan diri sebagai prajurit TNI.
Khoirul Cahyadi menambahkan, seleksi ini dibagi menjadi lima klaster. Sehingga mempermudah program latihan yang diterapkan oleh pelatih.
“Kami ingin mewujudkan keinginan anak muda Jepara yang siap menjadi Prajurit TNI dengan program latihan serta pendampingan,”jelasnya.
Lebih lanjut, Dandim para Casis Bintara dan Tantama TNI AD adalah anak muda yang beruntung dan patut bersyukur.
Pasalnya, Dandim 0719/Jepara mendatangkan psikologi dari Bandung dan dilaksanakan tes psikologis.
“Kita patut bersyukur karena tidak semua Kabupaten mendatangkan psikolog. Terima kasih kepada Pak Bupati dan Wakil Bupati yang sudah memfasilitasi kami,” terangnya.
Tidak hanya itu, Khoirul Cahyadi juga Casis Bintara dan Tantama TNI AD, agar memohon doa restu dari kedua orang tuanya.
Menurutnya, doa restu dari orang tua juga merupakan kekuatan besar dalam proses perjuangan meraih cita-cita menjadi abdi negara.
“Tanamkan semangat dalam membina kemampuan diri, serta jangan lupakan doa dan restu orang tua. Sebagai umat beragama, jangan jauh dari Tuhan dan selalu berdoa,” kata dia. (HS-08)