in

PMI Batang dan Popti Bersinergi Bantu Penderita Talasemia Dapatkan Darah Minim Leukosit Berkualitas

Pertemuan PMI Batang dengan pengurus Popti Batang, di Aula PMI Batang, Kabupaten Batang, baru-baru ini. (Foto : batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – Palang Merah Indonesia (PMI) Batang menegaskan komitmennya untuk menyediakan darah, yang aman dan berkualitas bagi pasien talasemia.

Komitmen itu ditegaskan Wakil Ketua PMI Batang, Putut Husamadiman saat menggelar audiensi dengan pengurus Persatuan Orang Tua Penyandang Talasemia Indonesia (Popti) Batang, di Aula PMI Batang, Kabupaten Batang, baru-baru ini.

“Kami berkomitmen untuk menyediakan darah yang aman dan berkualitas untuk masyarakat Batang. Khususnya bagi pasien talasemia. Selain darah PRC (packed red cellRed), kami juga sudah memiliki darah leukodepleted, yang lebih meminimalisir risiko pasca transfusi,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.

Darah leukodepleted adalah komponen darah yang telah diproses, untuk mengurangi jumlah sel darah putih (leukosit) di dalamnya, sehingga lebih aman bagi pasien talasemia.

Hal ini menjadi angin segar bagi para penyandang talasemia yang selama ini sering mengalami reaksi pasca transfusi.

“Untuk menjaga kestabilan stok, PMI Batang juga aktif melakukan donor darah keliling. Kami rutin melakukan jemput bola dengan menggelar donor di kantor-kantor, perusahaan, dan instansi yang ada di Batang. Tujuannya agar stok darah tetap aman,” terangnya.

Upaya PMI ini mendapat apresiasi dari kalangan medis. Dokter Spesialis Anak RSUD Batang Tan Evi Susanti yang juga pengurus Popti Batang, menyebut darah Leucodepleted sangat membantu meringankan dampak transfusi bagi penderita talasemia.

“Untuk fungsinya memang sama untuk menaikkan hemoglobin, tetapi kelebihannya Leucodepleted itu efek reaksi transfusinya lebih sedikit. Pasien lebih enak, ketimbang ditransfusi dengan PRC biasa,” tuturnya.

Dari data Popti Batang, saat ini tercatat 41 penyandang talasemia di wilayah tersebut, 27 di antaranya adalah anak-anak.

Artinya, kebutuhan darah bukan sekadar kebutuhan medis, tetapi menjadi bagian dari perjuangan hidup sehari-hari bagi mereka.

Tan Evi menyebutkan, dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan PMI, harapan besar pun muncul bagi keberlangsungan pengobatan pasien talasemia di Batang.

“Kami harap para pasien talasemia dan keluarga bisa terus bersemangat untuk berobat. Sinergi ini akan terus kita jaga demi membantu mereka,” ujar dia. (HS-08)

Trailer Muatan Kertas Terguling di Persimpangan Tanah Putih Semarang, Satu Meninggal di Lokasi

Tekan Kasus TB, Dinkes dan MSI Gencarkan Program Sikat TPT di 14 Puskesmas di Kota Pekalongan