HALO BATANG – Sebanyak 320 calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Kabupaten Batang, menjalani tes kesehatan agar mereka siap secara fisik untuk mengikuti berbagai latihan dan menjalankan tugas pada 17 Agustus 2025 mendatang.
Sebelumnya mereka telah menjalani serangkaian tes, mulai dari seleksi administrasi dan tes intelegensi umum.
Bintara Operasi Kodim 0736/Batang, Sertu Muhammad Ramli mengatakan, beberapa tes kesehatan ini penting dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik calon Paskibraka prima atau sebaliknya. Di antaranya tes kesehatan mata, yang diperiksa langsung oleh tenaga medis.
“Yang paling kami waspadai ketika ada yang menderita asma karena dikhawatirkan akan menggangu performa. Terlebih Paskibraka itu mengutamakan kemampuan saat baris berbaris, jadi kalau kita paksa dikhawatirkan asmanya akan kambuh,” katanya, di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, baru-baru ini.
Sertu Ramli menggarisbawahi dua penyakit yang tidak bisa ditoleransi bagi calon Paskibraka, yakni jantung dan patah tulang kaki.
“Seorang Paskibraka harus memiliki kaki yang kuat, untuk menopang saat melangkah secara tegap,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.
Untuk keputusan para peserta didik lolos atau tidak, tergantung hasil pemeriksaan dokter.
Apabila dokter memutuskan ada kerawanan jika dipaksakan ikut Paskibraka, maka panitia mengikuti keputusan dokter.
“Dari semula 335 kini masih tersisa 320 anak yang masih berjuang mengikuti serangkaian tes lainnya,” terangnya.
Salah seorang calon Paskibraka, Nayla siswi kelas X SMAN 1 Subah mengungkapkan kesungguhannya agar diterima sebagai bagian dari anggota Paskibraka.
Berbagai aktivitas fisik selama beberapa waktu lalu intens dioptimalkan agar mampu bersaing dan lolos melanjutkan perjuangan seniornya sebagai Paskibraka di tingkat Jateng.
“Motivasi terbesar saya dari kakak kelas kami Arkan Fuqoha Firdaus yang terpilih menjadi Calon Anggota Paskibraka Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024. Persiapan yang saya lakukan rutin aktivitas fisik, istirahat cukup, tidak mengonsumsi es dan makan berlebihan,” ujar dia. (HS-08)