HALO SEMARANG – Perkumpulan Pendidik dan Promotor Kesehatan (PPPKMI) Pengurus Daerah Jawa Tengah berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Vital Strategies mengadakan kegiatan Workshop Penguatan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) pada Perguruan Tinggi di Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
Kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan membangun komitmen Perguruan Tinggi yang ada di Jawa Tengah untuk mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan kampus, serta menyusun mekanisme pembinaan pada Perguruan Tinggi.
Dengan adanya hal ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, kesadaran dan membangun komitmen dari pihak yang telah diundang dalam kegiatan workshop untuk mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan Kampus.
Workshop ini sebagai bentuk pembinaan implementasi Kawasan Tanpa Rokok kepada masing-masing Kabupaten/Kota sesuai dengan peraturan daerah/peraturan kepala daerah tentang KTR.
Dalam kegiatan ini mendiskusikan berbagai hal yang menyangkut penyesuaian regulasi internal institusi Perguruan Tinggi yang sejalan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Petunjuk Pelaksanaan atas Undang-Undang Kesehatan.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar menyampaikan bahwa perilaku merokok di Jawa Tengah masuk tiga besar dan memberikan edukasi kepada orang lain untuk tidak merokok sangat susah.
Hal ini menjadi tugas bersama dalam mengurangi prevalensi merokok salah satunya dengan menerapkan KTR di wilayah masing-masing.
“Saat ini sudah peraturan yang krusial sebagai dasar implementasi KTR, namun perlu diingat jangan hanya ada aturan dan SOP saja tetapi dalam penerapannya juga harus aplikatif. Selain itu sekolah sebagai institusi pendidikan dan juga tiap individu harus bekerjasama untuk mewujudkan KTR,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PPPKMI Pengda Jawa Tengah, Anung Sugihantono mendorong adanya kawasan tanpa rokok di perguruan tinggi. Ia berharap setiap OPD dapat memberikan dukungan dalam implementasi KTR sehingga angka perilaku merokok khususnya pada usia remaja-dewasa dapat ditekan.
“Implementasi KTR di institusi Perguruan Tinggi merupakan kombinasi dan interaksi yang kompleks antara komitmen kepemimpinan yang bersifat institutional dan variabilitas konsep KTR pada masing-masing Perguruan Tinggi,” tandasnya. (HS-06)