in

Ketua PKK Batang Nilai Peran Kelompok Wanita Tani Tekuni Agribisnis Dapat Membantu Perekonomian Keluarga

Ketua TP PKK Kabupaten Batang, Faelasufa Faiz Kurniawan, saat meninjau Gerakan Pengan Murah (GPM), di Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Jumat (21/3/2025). (Foto : batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – Ketua TP PKK Kabupaten Batang, Faelasufa Faiz Kurniawan, mengapresiasi totalitas Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam berbisnis, yang mayoritas berkecimpung di dunia agribisnis.

Menurut dia, kiprah kelompok wanita tani sangat membantu perekonomian keluarga.

Hal itu disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Batang, Faelasufa Faiz Kurniawan, saat meninjau Gerakan Pengan Murah (GPM), di Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Jumat (21/3/2025).

Menurut dia, kiprah kelompok wanita tani tersebut, selaras dengan program kerja PKK, yakni berupaya memberdayakan kaum perempuan untuk memiliki daya saing.

Terkait banyaknya petani milenial, Faelasufa Faiz mengapresiasi karena apabila pendapatannya melebihi pekerja kantoran, tentu sangat menggiurkan.

“Kalau pendapatan mereka bisa bersaing dengan pekerja kantoran, secara bertahap mereka akan tertarik menekuni profesi petani milenial,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id,

Di sisi lain, Faelasufa Faiz mengapresiasi dengan harga produk pertanian, yang dalam Gerakan Pengan Murah tersebut dijual di bawah pasar, namun kualitasnya tak kalah bagusnya.

“Kualitasnya bisa bersaing dengan produk yang dijual di supermarket, tapi dengan harga yang jauh lebih kompetitif,” kata dia.

Ia menyarankan, bagi masyarakat Batang hendaknya memanfaatkan momentum seperti saat ini, untuk mendapatkan produk pertanian berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Sementara itu, Kepala bagian Perekonomian Setda Batang Suwanto menerangkan, harga produk yang dijual di GPM lebih ekonomis.

Terkait Indeks Perkembangan Harga (IPH) selama kurun waktu Februari 2024 dibandingkan Februari 2025, tingkat inflasi secara nasional 0,9 persen dan tingkat Jateng 0,8 persen.

“Sedangkan kami menggunakan ukuran IPH, di Februari lalu -1,38 persen. Yang menyebabkan daya beli konsumen menurun, sehingga menyebabkan turunnya harga komoditas telur ayam ras, daging ayam ras dan bawang merah,” ujar dia. (HS-08)

Usai Dibuka Bupati Demak, Sembako di Pasar Murah di Sayung Ludes Diserbu Warga

Peringati HUT Ke-59 Batang, Pemkab Anjangsana dan Bhakti Sosial