in

Meriahkan Ramadan, Pusbimdik Khonghucu dan Matakin Berbagi Takjil Gratis

Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu bersama Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia Provinsi Jakarta, menyalurkan 350 paket makanan berbuka puasa untuk warga yang melintas di sekitar Jalan MH Thamrin, baru-baru ini. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu (Pusbimdik Khonghucu), bersama Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Provinsi Jakarta, menyalurkan 350 paket makanan berbuka puasa untuk para pengguna jalan, di sekitar Jalan MH Thamrin, baru-baru ini.

Kapusbimdik Khonghucu, Susari mengatakan bahwa kegiatan umat Khonghucu berbagi takjil Ramadan, diselenggarakan sebagai bentuk penguatan kebersamaan sesama umat beragama.

Kemajemukan yang ada, diikat oleh nilai kemanusiaan dan toleransi untuk mewujudkan kerukunan umat beragama.

“Dengan berbagi takjil kepada masyarakat sekitar, kita ini menjaga kerukunan dan toleransi agar tetap terjaga. Dan ini juga merupakan salah satu cerminan dari kemajemukan,” kata Liem Liliany, Ketua Matakin Provinsi Jakarta, seperti dirilis kemenag.go.id.

Kemajemukan Masyarakat Indonesia dalam beragama, menurut dia membawa pada sikap saling toleransi dan menghargai antar sesama, khususnya pada bulan Ramadan saat ini.

Dengan demikian, antarumat saling menjaga keberagaman dan tali persaudaraan.

“Dengan berbagi takjil, kita berharap bisa lebih tenang karena kita semua bersaudara. Seperti sabda Nabi Kongzi bahwa ‘empat penjuru, lautan, kita semua bersaudara. Teman-teman muslim adalah saudara kita. Jadi, kita dengan senang hati mau berbagi,” kata dia.

Tak hanya dihadiri oleh perwakilan Matakin Jakarta, kegiatan berbagi takjil bersama umat Khonghucu turut dihadiri oleh Adib Abdushomad, selaku Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama.

Ia menyebutkan progam berbagi takjil bersama umat Khonghucu merupakan progam takjil kerukunan.

“Semoga takjil kerukunan ini akan merefleksikan betapa pentingnya kita merawat kerukunan umat beragama berama-sama, dan kita buktikan bahwa di bulan puasa Ramadan ini sesuai arahan pimpinan. Jadikan puasa Ramadan ini menyenangkan, menenangkan,” ujar Adib. (HS-08)

Universalitas Ajaran Buddhis Jadi Sendi-Sendi Kearfian Lokal Dunia

Polri Dirikan Dapur Umum, Bantu Warga Bekasi yang Terdampak Banjir