HALO SEMARANG – Kementerian Agama (Kemenag) RI menerbitkan surat edaran kepada jajarannya, terkait gerakan penanaman 1 juta pohon matoa.
Gerakan tersebut merupakan salah satu implementasi dari Asta Protas Asta Protas Kemenag Berdampak 2025, yang baru diluncurkan Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kamis (6/3/2025).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag, Kamaruddin Amin, mengatakan Asta Protas Kemenag Berdampak 2025 ini berisi delapan program, yang diharapkan memberikan dampak besar kepada masyarakat dan lingkungan.
Adapun delapan program prioriitas Kemenag tersebut, meliputi upaya meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan; Penguatan Ekoteologi; Layanan Keagamaan Berdampak; dan Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi.
Selain itu juga Pemberdayaan Pesantren; Pemberdayaan Ekonomi Umat; Sukses Haji; dan Digitalisasi Tata Kelola.
Khusus untuk gerakan penanaman 1 juta pohon matoa ini, merupakan pelaksanaan dari Penguatan Penguatan Ekoteologi.
“Sesuai arahan pimpinan, kita langsung melaksanakan program-program prioritas yang ada,” kata Kamaruddin Amin, di Jakarta, Jumat (7/3/2025), seperti dirilis kemenag.go.id.
Lebih lanjut dia menjelaskan, Ekoteologi ini sejalan dengan salah satu Asta Cita, yakni memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan Makmur.
Gerakan penanaman satu juta pohon matoa ini akan dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia.
“Prioritas kita tentu di rumah ibadat, Kantor Kementerian Agama dari Pusat hingga Kankemenag Kabupaten/Kota. Selanjutnya, satuan kerja Kemenag lainnya seperti Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), Pusdiklat, Balai dan Loka Diklat, Asrama Haji Embarkasi, KUA, dan madrasah,” ujar Kamaruddin Amin.
Kemenag juga berharap penanaman ini juga dapat dilaksanakan di kantor Baznas Pusat hingga kabupaten/kota, Badan Wakaf Indonesia dan perwakilannya, pesantren, dan lokasi strategis lainnya.
“Agar kita dapat mewujudkan hal ini, kami meminta setiap pimpinan satuan kerja (satker) dapat berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Kementerian/lembaga lainnya. Misalnya, bisa berkolaborasi dengan Kementerian atau dinas lingkungan hidup dan kehutanan sebagai mitra penyediaan bibit dan dukungan teknis lainnya,” jelas Sekjen.
Sebelumnya, Menag Nasaruddin Amin meminta ekoteologi dapat dilaksanakan oleh seluruh satuan kerja Kemenag.
“Kita ingin menerapkan green building. Bayangkan bila kantor-kantor kita, KUA, madrasah, penuh dengan bunga-bunga. Juga rumah-rumah ibadah kita. Sejuk rasanya, dan orang-orang yang datang berkunjung itu juga akan turut merasa berbunga-bunga,” kata Menag Nasaruddin.
“Mengapa ekoteologi menjadi program prioritas? Karena ini juga bagian dari menjalankan ajaran agama. Umat beragama harus menjadi teladan dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Bahkan dalam Islam diajarkan, manusia itu menjadi khalifah di muka bumi ini salah satu syaratnya adalah tidak berlebihan mengeksploitasi lingkungan, maka kita harus jaga ini,” pesannya. (HS-08)