in

Tradisi Pesta Jajanan di Kaliwungu Kendal Berlangsung Meriah

Tradisi pesta jajanan masyarakat Kaliwungu, Kendal yang unik sehari sebelum mulainya 1 Ramadan 1446 Hijriah.

HALO KENDAL – Tradisi dugderan atau tradisi pesta jajanan masyarakat Kaliwungu, Kabupaten Kendal yang unik dan hanya ada sehari sebelum mulainya 1 Ramadan berlangsung meriah.

Dugder berasal dari bunyi bedug yang ditabuh, “dug” dan “der”, sebagai penanda akan memasuki bulan puasa ramadan. Dan dugderan kali ini untuk menyambut Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriah.

Selepas pemukulan bedug, diiringi dengan sajian aksi Marching Band Gita Nirwana dan Perguruan Seni Beladiri Indonesia Harimau Putih.

Ribuan orang dari berbagai penjuru di Kabupaten Kendal, menyesaki halaman dan pelataran parkir Masjid Besar Al Muttaqin Kaliwungu, untuk memeriahkan tradisi dugderan.

Menurut salah satu warga Kaliwungu, Dwi, dugderan Kaliwungu yang rutin digelar merupakan tradisi  sekaligus ajang berkumpulnya para pedagang aneka makanan atau kuliner dan pembeli di seputar halaman Masjid Al Muttaqin Kaliwungu.

“Dalam tradisi ini ada jajanan ikonik, yang susah ditemui selain saat acara, yaitu sumpil dan ndog atau telur mimi,” ujarnya.

Dwi menjelaskan, sumpil adalah makanan berbahan beras yang dibungkus daun bambu berbentuk segitiga, yang biasa disajikan dengan sambal parutan kelapa.

Sedangkan ndog mimi adalah makanan tradisional berbahan telur ikan mimi, juga dengan bumbu parutan kelapa. Ikan mimi merupakan sejenis ikan pari tapi berkulit atau cangkang keras.

“Ndog mimi menjadi makanan yang sangat ikonik, karena hanya bisa dijumpai menjelang bulan ramadan,” jelas Dwi.

Selain kedua makanan ikonik itu, berbagai jajanan tradisional disajikan ratusan pedagang, seperti kicak, getuk, klepon, aneka jajanan kampung. Dan juga beragam olahan laut, seperti pepes, kepiting, kerang, siput dan aneka makanan lainnya.

“Tak ketinggalan, aneka minuman tradisional seperti dawet, kolak, es campur, es degan, es buah, serta minuman lainnya,” imbuh Dwi.

Sebelumnya, Ketua Panitia Syiar Ramadhan 1446 Hijriah Yayasan Masjid Besar Al Muttaqin Muhammad Naimudin mengatakan, telah disiapkan sejumlah kegiatan untuk menyambut dan mengisi Ramadan, selama sebulan penuh.

Selain dugder, ada serangkaian kegiatan Syiar Ramadan yang disiapkan, seperti shalat tarawih, takjil iftor, kuliah subuh, dialog ramadan, kopi tarawih, ramadan berbagi, gema takbir, serta ditutup dengan shalat Idul Fitri.

“Rangkaian kegiatan Syiar Ramadhan ini kami ikhtiarkan sebagai langkah syiar yang membuat masyarakat semakin antusias menyambut Bulan Ramadan, sehingga kita bisa melaksanakan ibadah dengan istikomah serta mengambil hikmah atau pelajaran di bulan yang penuh berkah ini,” ungkap Naimudin, Jumat (28/2/2025).

Sedangkan Camat Kaliwungu, Nung Tubeno mengapresiasi Yayasan Masjid Besar Al Muttaqin Kaliwungu yang tetap melanggengkan gelaran Syiar Ramadhan, utamanya tradisi Dugder Kaliwungu hingga saat ini.

Di satu sisi, camat yang akan habis masa jabatannya tersebut berharap, seluruh pihak bisa menjaga kondusivitas, keamanan dan kenyamanan sepanjang Bulan Ramadan.

“Ngangklang atau kegiatan untuk membangunkan orang sahur boleh, tapi jangan sampai mengganggu. Jangan bikin gaduh. Apalagi menyulut petasan,” pesan Nung Tubeno. (HS-06)

 

Wali Kota Semarang Ajak Umat Muslim Jalankan Puasa dengan Niat dan Hati yang Suci

Siswa MAN 4 Jakarta Raih Silver Award Olimpiade Matematika Internasional di Thailand