HALO SEMARANG – Kementerian Agama (Kemenag) saat ini tengah mempersiapkan pembangunan 160 unit green building Kantor Urusan Agama (KUA), yang pelaksanaannya akan dilakukan pada Maret 2025.
Nantinya setiap unit gedung tersebut akan dilengkapi dengan ground tank (tangki tanam), untuk menampung dan mengolah limbah air wudu dan hujan, agar bisa digunakan kembali untuki keperluan lain, misalnya irigasi taman dan membersihkan fasilitas umum.
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Cecep Khairul Anwar mengatakan, inovasi ini bertujuan untuk mengelola sumber daya air secara berkelanjutan dan mendukung pelestarian lingkungan.
Ia mencontohkan, dalam satu hari, air wudu yang digunakan di KUA mencapai sekitar dua liter per orang.
Dengan jumlah 20 orang per hari, limbah air wudu yang dihasilkan dalam sebulan diperkirakan mencapai 1.200 liter.
“Limbah air wudu ini nantinya akan diolah kembali untuk keperluan umum agar tidak terbuang sia-sia,” kata Cecep di Jakarta, Jumat (17/1/2025), seperti dirilis kemenag.go.id.
Selain itu, kata Cecep, air hujan yang ditampung melalui sistem tersebut, juga dapat menjadi sumber alternatif air bersih, terutama di daerah-daerah yang menghadapi kesulitan ketersediaan air.
Air tersebut akan diproses melalui tiga tahap penyaringan untuk memastikan kebersihannya, sehingga dapat digunakan kembali dengan aman.
Menurutnya, penerapan teknologi ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Ia memastikan agar 160 unit green building KUA yang dibangun pada Maret 2025, menerapkan teknologi ground tank yang ramah lingkungan.
Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin menegaskan pentingnya pembangunan KUA yang berorientasi pada konsep ramah lingkungan.
Hal ini dianggap relevan dengan tantangan perubahan iklim (climate change) yang tengah dihadapi dunia.
“Pembangunan Green Building KUA akan memberi manfaat ganda. Selain memberi layanan keagamaan kepada masyarakat, KUA juga berkontribusi merawat bumi yang tengah menghadapi ancaman perubahan iklim,” tandas Kamaruddin. (HS-08)