HALO SEMARANG – Selama sepekan ini, harga kebutuhan pangan stategis masyarakat yakni cabai melonjak drastis menyentuh Rp 98 ribu perkilogram. Saat ini harga cabai rawit merah seperti di Pasar Bulu Semarang, masih bertahan dijual diharga Rp 95 ribu perkilogram.
Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengaku, harga untuk komoditas cabai di pasaran memang melonjak tinggi, dan sudah bertahan selama sepekan terakhir.
“Memang harga cabai sudah satu minggu ini melonjak naik,” ujarnya, Rabu (8/1/2025).
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah terkait kondisi ini,” sambung Bambang.
Di karenakan, lanjut Bambang, pasokan cabai saat ini menjadi berkurang namun di lain sisi permintaan tinggi.
“Ini terjadi tidak hanya di Semarang saja, tapi dialami juga seluruh wilayah Jawa Tengah,” paparnya.
Dari analisa sementara, penyebabnya adalah di daerah sentra produksi cabai mengalami gagal panen yang disebabkan curah hujan tinggi, yang seharusnya panen di sebagian wilayah terendam banjir.
“Dan akibatnya membuat jumlah pasokan ke beberapa pasar induk di Semarang dan sekitarnya berkurang drastis,” ungkapnya.
Sebelumnya, salah satu pedagang Tugiman (42), mengatakan, harga cabai pada Minggu (5/1) sampai menyentuh Rp 98 ribu perkilogram. Sedangkan saat ini harganya masih dijual Rp 90-95 ribu perkilogram untuk jenis cabai rawit merah.
Menurut dia, kenaikan harga cabai di pasaran ini dikarenakan stok cabai yang sedikit.
“Jadi harganya otomatis naik. Kemungkinan panen petani sedikit, karena pas musim hujan, seperti bulan Desember dan Januari,” ungkapnya.
“Kenaikan harga juga terjadi untuk jenis cabai rawit putih naik jadi 40 ribu dari 32 ribu perkilogram. Cabai rawit hijau naik sebelumnya Rp 50 jadi 75 ribu, bahkan sempat sampai Rp 80 ribu perkilogram pada Sabtu (4/1). Sedangkan cabai keriting hijau naik jadi Rp 32 ribu dari harga Rp 20 ribuan,” sambung dia. (HS-06)