HALO SEMARANG – Dalam masa 10 hari pelaksanaan Operasi Lilin, sebanyak 1.427.117 kendaraan meninggalkan Jakarta, sementara 1.351.506 kendaraan telah kembali.
Diperkirakan masih ada 75.611 kendaraan belum kembali ke Jakarta, dan kemungkinan akan kembali dalam hari-hari berikutnya.
Hal itu disampaikan Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, Brigjen Pol Raden Slamet Santoso, terkait pelaksanaan Operasi Lilin dalam rangka pengamanan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
“Hampir 1,4 juta kendaraan telah keluar dari Jakarta selama operasi Lilin, sementara sekitar 1,35 juta kendaraan sudah kembali. Masih ada sekitar 71 ribu kendaraan yang tertahan di wilayah Timur dan Barat, yang perlu kita kelola dan antisipasi dalam arus balik pada 1 Januari malam, 2 Januari pagi, atau 4 Januari,” kata Brigjen Slamet, seperti dirilis humas.polri.go.id.
Dia mengatakan peningkatan volume kendaraan menuju kawasan Bogor, sudah mulai terlihat sejak sore hari, baik dari masyarakat yang hendak merayakan malam pergantian tahun maupun dari kendaraan yang baru saja keluar kantor.
Brigjen Pol Raden Slamet Santoso, saat berada di Kantor Induk PJR Tol Jagorawi, Jakarta, menjelaskan bahwa sebelumnya Korlantas Polri telah menyiapkan enam pola pengaturan arus lalu lintas.
Hal itu untuk mendukung kelancaran dan keselamatan dalam pengelolaan gelombang lalu lintas selama pelaksanaan operasi lilin di sepanjang jalur perayaan tahun baru.
“Kami sudah mempersiapkan enam pola pengaturan arus lalu lintas, buffer zone, lokasi parkir, serta jalur evakuasi, untuk mengantisipasi jika terjadi insiden mendadak, seperti orang sakit atau kebutuhan darurat lainnya,” ungkapnya.
Korlantas Polri pun telah mengantisipasi kemungkinan gelombang arus balik, yakni pada 1 Januari, 2 Januari, atau 4 Januari 2025.
Selama periode tersebut, polisi akan menerapkan rekayasa lalu lintas seperti Sistem Keamanan Berkendara (SKB), contraflow, dan one way jika diperlukan.
Semua situasi akan dipantau melalui Command Center yang telah disiapkan, dengan penyiagaan tim urai, patroli, serta panduan kecepatan di lapangan.
“Kami telah mengantisipasi beberapa gelombang arus balik pada 1, 2, atau 4 Januari. Rekayasa lalu lintas, seperti contraflow dan one way, akan diterapkan dalam kondisi insidentil. Kami juga terus memonitor kondisi di Command Center,” tegasnya.
Korlantas Polri berharap masyarakat dapat merayakan malam pergantian tahun dengan aman, lancar, dan penuh kebahagiaan, serta tetap menjaga keselamatan dalam perjalanan menuju tempat tujuan. (HS-08)