in

Keluarga Pertanyakan Keberadaan Aipda Robig Sebelum Penembakan

Kuasa Hukum dan Keluarga Gamma korban penembakan polisi saat rekonstruksi, Senin (30/12/2024).

HALO SEMARANG – Keluarga pelajar korban penembakan yakni Gamma Rizkynata Oktavandy (17) mempertanyakan keberadaan Aipda Robig sebelum peristiwa penembakan terjadi.

Kuasa Hukum Keluarga Gamma, Zaenal Petir kecewa lantaran polisi tidak menunjukan bagaimana detail saat Robig bertemu Gamma dan teman-temannya.

Petir juga kecewa karena saat rekonstruksi, penyidik hanya berfokus di bagian Gamma dan teman-teman. Sementara Aipda Robig Zaenudin hanya ditampilkan saat ia berpapasan dan menembak mereka.

Dalam rekonstruksi ini, polisi menggambarkan bagaimana Gamma yang disebut akan tawuran dengan kelompok lain berkumpul, kemudian bertemu kelompok lawan, mengambil senjata. Lalu terjadi kejar mengejar antar kelompok, kemudian berpapasan dengan Aipda Robig dan terjadi penembakan.

“Saya sudah bilang ketika direkonstruksi Robig awalnya darimana kok sampe ketemu anak anak itu. Apakah dari kantor, dari markas, dari rumah, dari kontrakan atau darimana. Harusnya kan disampaikan kok yang suruh rekonstruksi dari satu tempat ke tempat yang lain anak-anak saja, Aipda Robig engga, ini kan nggak fair,” ujar Zaenal usai rekonstruksi, Senin (30/12/2024).

Menurut dia, dalam rekonstruksi ini terlihat bila Robig sedang dalam kondisi tidak terancam. Namun, Robig sengaja meletuskan senjata apinya  kepada korban.

“Waktu rekonstruksi tidak melakukan penyerangan tidak membawa senjata. Kedua penembakan itu dilakukan dalam jarak sangat dekat tidak ada 2 meter, itu hanya 1,4 meter. Itu tembakan yang mematikan dan brutal,” katanya.

Sementara itu, ayah Gamma, Andi Pranowo mengaku kecewa dengan jalannya rekonstruksi tersebut. Menurutnya masih ada kejanggalan dalam rekonstruksi ini.

“Kalau rekonstruksi tadi sih saya sendiri banyak yang janggal. Saksi banyak yang disuruh seperti ini, kan harusnya yang lebih tau itu kan saksi-saksi ya gimana kejadian posisinya seperti apa kan saksi yang tahu,” imbuh Andi.

Disisi lain, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto menegaskan, puluhan adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi sudah sesuai dengan BAP.

“Rekan rekan bisa melihat bagaimana saksi anak anak itu tanpa ada sanggahan, mereka semua menjalankan adegan secara normal mereka menyebut posisinya ada dimana kendarannya, bawa apa. Tidak ada yang ditutupi,” tandasnya. (HS-06)

Masa Pinjaman Usai, Zalnando Kembali ke Persib

Konser Gilga Sukses Hibur Warga Kendal