HALO SEMARANG – Kondisi kabel yang semrawut berada di Jalan Banjarsari di Kecamatan Tembalang dikeluhkan masyarakat sekitar ditanggapi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang. Sebab, kabel jaringan internet atau fiber optic dari penyedia jasa internet yang menjuntai ini juga dinilai menggangu warga yang melintas.
Menanggapinya hal itu, anggota Komisi B Kota Semarang, Aisyah Firdausa meminta Pemerintah Kota Semarang untuk cepat merespons keluhan tersebut, karena dianggap mengganggu estetika kota dan merugikan masyarakat. “Pemkot harus melakukan penataan, minimal meminta penyedia jasa internet untuk merapikan kabel yang terpasang,” ujar Aisyah, Minggu (29/12/2024).
Menurut dia, dengan kabel yang terpasang asal-asalan itu, akan mengganggu kenyamanan masyarakat. Dia meminta agar Pemkot Semarang juga bisa memberikan sanksi yang tegas, sesuai aturan yang berlaku. Bahkan, politikus PSI ini pun mengaku akan melanjutkan laporan ke dinas terkait agar dilakukan pembinaan bagi penyedia jaringan kabel tersebut.
“Nanti saya akan laporkan ke dinas terkait, idealnya penyedia internet juga melakukan pengecekan. Pemkot harus segera melakukan penanganan,” imbuh Aisyah.
Sementara, Mawardi, salah satu warga sekitar Jalan Banjarsari menjelaskan, jika ada penyedia layanan internet memasang kabel, dengan cara disangkutkan ke pohon. Ketika pohon ditebang, karena ada perbaikan jalan kabel-kabel ini langsung menjuntai ke trotoar.
“Pemasangannya hanya dicantolkan ke pohon, saat pohon ditebang karena rehab jalan, kabelnya langsung ndlewer (menjuntai-red) ke bawah,” ujarnya.
Mawardi mengaku, kabel yang menjuntai ini bahkan beberapa kali memakan korban. Misalnya, ada seorang pengendara yang tersangkut kabel, hingga akhirnya terjatuh.
“Sudah ada korban, pengendara tersangkut dan terjatuh belum lama ini. Di situ memang rawan sering terjadi kecelakaan tunggal, apalagi kalau menjelang malam hari karena jarak pandang terbatas, sama ada kabel melintang di jalan,” pungkasnya.(HS)