HALO SEMARANG – Viral di media sosial (medsos), pengemudi mobil sengaja menabrak pengendara motor berboncengan tiga yang membawa senjata tajam (sajam). Peristiwa ini informasinya terjadi di Exit Tol Bawen, Kabupaten Semarang, Minggu (16/12/2024) sekitar pukul 03.00 WIB.
Dari video yang beredar, pengendara mobil sempat mengejar pengendara motor yang berboncengan tiga orang. Aksi kejar-kejaran itu terhenti setelah motor yang ditumpangi remaja itu jatuh setelah ditabrak mobil.
Pengemudi dan pemboceng motor kemudian berlari masuk ke kampung yang berada di dekat lokasi kejadian. Setelah menabrak, diketahui pengemudi mobil itu kemudian melaporkan peristiwa itu ke kepolisian.
Kapolres Semarang, AKBP Ike Yulianto W membenarkan peristiwa tersebut. Kejadian ini bermula ketika pengendara mobil yang hendak pulang menemui pengendara motor yang meresahkan.
“Pengendara mobil yaitu warga Kecamatan Ambarawa bernama EP (33). Saat perjalanan pulang dari arah Salatiga ke Ambarawa, sekitar Banaran Cafe berjalan searah menemui pengguna kendaraan roda dua berboncengan tiga dengan membawa senjata tajam. Dan pengemudi menabrakkan mobilnya ke kendaraan tersebut di simpang Exit tol, namun ketiga pengendara sepeda motor yang berusia remaja ini melarikan diri,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Senin (16/12/2024).
Sementara itu, Kapolsek Bawen AKP Wiwid Wijayanti mengatakan, pengendara mobil setelah menabrakkan mobilnya ke pengendara sepeda motor yang membawa sajam langsung melaporkan ke Polsek Bawen.
Dari keterangan pengemudi diakui memang sengaja menabrakkan mobilnya karena merasa geram atas aksi para remaja yang membawa senjata tajam.
“Satu unit kendaraan milik para remaja itu berhasil kami amankan berikut dua senjata tajam jenis celurit sepanjang 1,5 meter. Dan saat ini kami masih melakukan pendalaman atas kepemilikan kendaraan tersebut,” lanjutnya.
Dari hasil penyelidikan sementara, kepolisian berhasil mengidentifikasi pemilik kendaraan Honda Beat bernomor polisi H-4926-AGC tersebut. Pemiliknya merupakan warga Kecanatan Banyubiru, namun sudah dijual sekitar tujuh tahun lalu.
“Kami akan melakukan penyelidikan kembali atas kepemilikan kendaraan tersebut, sehingga kami bisa menemukan remaja yang membawa sajam beserta motif, ataupun tujuan membawa sajam tersebut,” imbuhnya. (HS-06)