HALO KENDAL – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kendal menggelar rapat evaluasi kinerja pengurus tahun 2024 dan menyusun program kerja untuk tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di salah satu hotel di kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang, pada Sabtu hingga Minggu (23-24/11/2024).
Ketua Umum KONI Kendal, Subur Isnadi, dalam sambutannya mengajak para seksi di masing-masing bidang untuk mengevaluasi program kerja yang telah dilaksanakan selama tahun 2024 dan merancang rencana kerja untuk tahun mendatang. “Kami berharap setiap bidang dapat menyampaikan hasil program yang telah dijalankan. Komunikasi yang aktif sangat diperlukan dalam proses evaluasi ini,” ujarnya.
Subur menyadari bahwa di balik setiap pencapaian, pasti ada ketidaksempurnaan. “Kita semua tahu, meskipun kita telah berupaya sebaik mungkin, selalu ada ruang untuk perbaikan. Oleh karena itu, masukan dan koreksi sangat kami harapkan untuk menyempurnakan rencana kerja 2025,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Subur juga menyinggung persiapan KONI Kendal untuk menyukseskan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah yang akan berlangsung pada tahun 2026 di Semarang Raya, di mana Kendal akan menjadi salah satu tuan rumah.
Setelah pembukaan oleh Ketua Umum, masing-masing Wakil Ketua Umum (Waketum) KONI Kendal menyampaikan program-program yang telah dirancang. Mereka adalah Joko Pranawa Adi (Waketum I Bidang Organisasi), Sunari Sofyan (Waketum II Bidang Binpres), Mohammad Arfani (Waketum III Bidang Sarpras), dan dr. Turidin (Waketum IV Bidang Kesehatan).
Rapat evaluasi ini dipandu oleh Sekretaris Umum KONI Kendal, S Wahyu Widayanto, dan didampingi oleh Wakil Sekretaris Nur Fais Subasono. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah anggota legislatif DPRD Kendal yang menjabat sebagai pengurus KONI, antara lain Mahfud Sodiq selaku Ketua DPRD, Dedi Ashari Styawan selaku Ketua Komisi D, Sulistyo Ari Wibowo selaku Wakil Ketua Komisi D, dan Anurrochim selaku Sekretaris Komisi A.
Sebelum rapat dimulai, Mahfud Sodiq, Ketua DPRD Kendal, menyampaikan pentingnya olahraga sebagai salah satu pendorong peningkatan pendapatan negara, terutama bagi negara-negara berkembang. Ia menekankan tiga aspek utama yang harus diperhatikan dalam kebijakan olahraga: bisnis, masyarakat, dan negara itu sendiri.
“Tiga aspek ini seringkali menimbulkan pertentangan antara tradisi dan ambisi, sehingga pengelolaan olahraga yang baik sangat diperlukan untuk menyeimbangkan ketiga elemen tersebut,” ungkap Mahfud.
Ia menjelaskan bahwa tradisi mencakup ideologi, identitas, dan kebiasaan, sementara ambisi berfokus pada pencapaian seperti medali emas dan menjadi tuan rumah acara olahraga besar. Mahfud menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam mengendalikan dan menghubungkan berbagai aspek dalam masyarakat melalui olahraga.
“Pemerintah harus memiliki sikap yang tegas dalam mengelola isu publik, serta menjadi penghubung yang efektif dalam organisasi olahraga,” tandasnya.
Dengan rapat evaluasi ini, KONI Kendal berharap dapat memperkuat sinergi dan mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk meraih prestasi terbaik di Porprov 2026, serta meningkatkan kualitas olahraga di Kabupaten Kendal.(HS)