HALO KENDAL – Enam unit mobil dan puluhan petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kendal berusaha memadamkan kobaran api di salah satu perusaahaan yang ada di Kawasan Industri Kendal (KIK), Jumat (1/11/2024). Kebakaran juga menyebabkan kepulan asap yang membumbung tinggi ke langit.
Kebakaran diduga berasal dari PT MKI, yang memproduksi berbagai jenis mainan anak-anak berfokus pada bahan kayu, seperti puzzle, mainan tematik edukasi, hingga mobil-mobilan dan diekspor ke Eropa.
Dari pantauan, nampak para karyawan keluar dari area pabrik untuk menyelamatkan diri. Sejumlah mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api. Puluhan personel Polisi dan keamanan dari KIK juga terlihat berjaga di sekitar lokasi kebakaran.
Kasi Ops Damkar Kendal, Jambari menuturkan, awal kebakaran sesuai dengan laporan yang diterima pihaknya, yaitu terjadi sekira pukul 8.30 WIB. Mendapat informasi tersebut, Damkar Kendal langsung menerjunkan armada damkar menuju ke lokasi.
“Pertama kita turunkan satu unit, tetapi melihat besarnya kebakaran akhirnya kita turunkan semua unit damkar yang kita miliki. Jumlahnya ada enam armada,” ujarnya kepada awak media saat dikonfirmasi.
Jambari menjelaskan, armada-armada Damkar yang dikerahkan langsung berjibaku memadamkan kobaran api. Setiap armada setidaknya ada enam orang petugas pemadam kebakaran. Mereka bekerja keras memadamkan si jago merah.
“Semua petugas kita turunkan ke sini. Bahkan, kita tambah lagi. Bahkan, petugas yang sedang ijin atau turun jaga kita hubungi dan minta untuk segera merapat ke sini semua. Total ada 25 petugas yang kita kerahkan untuk menangani kebakaran,” jelasnya.
Jambari juga mengungkapkan kesulitan yang dihadapi dalam memadamkan api. Hal itu disebabkan karena barang-barang yang terbakar merupakan material mudah terbakar. Selain itu, ada juga bahan-bahan kimia lainnya seperti tinner.
“Itu tadi yang sebelah kiri pabrik sudah kita padamkan. Tapi sekarang terbakar kembali, karena banyak bahan yang mudah terbakar, dan kita terus berusaha memadamkan api lagi,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran. Petugas pemadam kebakaran juga terlihat masih bekerja keras memadamkan api. Dan kondisi bangunan gedung pabrik sebagian sudah miring hampir roboh. (HS-06)