HALO SPORT – Tim KTM masih mengalami paceklik kemenangan hingga belum pernah finis pertama lagi dalam balapan Grand Prix (GP) selama dua tahun.
Meski demikian, Pedro Acosta yakin bisa memberikan kemenangan untuk KTM.
’’Kami sangat dekat dengan Ducati, tapi secara keseluruhan mereka masih selangkah di depan kami,’’ tutur Acosta seperti dilansir dari Speedweek.
Pembalap tim satelit KTM itu meyakini Ducati bisa dikalahkan.
’’Kami telah menunjukkan tak mustahil untuk bersaing dengan mereka. Ini masih merupakan proses pembelajaran dan kami harus mengambil langkah yang lebih mudah dalam balapan,’’ jelas juara dunia Moto2 dan Moto3 ini.
Acosta bernasib apes dan gagal finis pada MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi, 4-6 Oktober lalu.
Rider asal Spanyol ini terjatuh, baik pada lomba sprint maupun balapan utama.
Padahal, dia menempati start terdepan.
Memang sulit untuk mengendalikan bagian depan ketika berada di belakang pembalap lain dengan jarak yang dekat.
Kinerja aerodinamika dianggap membawa dampak buruk dengan balapan.
Pembalap yang berada di belakang akan kesulitan karena panas yang dihasilkan motor di depannya membuat tekanan bannya meningkat.
Meningkatnya tekanan ban akan mengurangi luas permukaan pada ban yang menyentuh aspal sehingga gripnya berkurang.
’’Pendekatan saya terlalu berlebihan karena saya membelokkan motor sedikit lebih awal dan itu mengurangi tekanan dari roda depan lebih cepat,’’ ungkap Acosta.
Sosok berjuluk Baby Shark ini sudah begitu dekat dengan kemenangan pertamanya di kelas para raja.
’’Tentu saja saya fokus pada tujuan besar, tapi saya juga menghadapi tujuan-tujuan yang lebih kecil,’’ tegas pembalap 20 tahun ini. (HS-06)