in

Polda Metro Tetapkan 4 Tersangka Baru Perusakan di Diskusi Kemang

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes. Pol Ade Ary Syam. (Foto : tribratanews.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Penyidik Polda Metro Jaya kembali menetapkan sejumlah tersangka kasus perusakan dalam acara diskusi yang diikuti sejumlah tokoh di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan. Keempat tersangka baru itu pun saat ini sudah ditahan.

“YL (24), WSL (28), FMC (24), dan RAS,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes. Pol Ade Ary Syam, Minggu (6/10/24), seperti dirilis tribratanews.polri.go.id.

Ia menjelaskan, tersangka YL berperan menarik banner dan merusak meja dengan menggunakan stand miq. Kemudian, tersangka WSL merusak/menarik banner dan tiang layar proyektor.

Peran tersangka FMC, ujar Kabid Humas, adalah merusak layar proyektor. Terakhir peran tersangka RAS adalah merusak properti.

“Jadi total yang sudah ditetapkan tersangka adalah sembilan orang,” ujar Kabid.

Seperti diketahui pada Sabtu (28/09/2024) silam, telah terjadi penyerangan dan perusakan, dalam acara diskusi yang dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Refli Harun.

Menurut Refli, diskusi tersebut digelar untuk menyoroti pemerintahan Jokowi dan prediksi pemerintahan Prabowo Subianto.

“Jadi ini diskusi yang wajar saja, tidak aneh-aneh. Kecuali kami merancang kejahatan untuk memberontak pada negara. Ini kami menyalurkan hak konstitusional dengan cara berpikir dan mengeluarkan opini,” kata Refly Harun.

Sekitar pukul 09:00 WIB, Refly mengaku sudah melihat kelompok massa yang menggelar unjuk rasa di depan hotel. Namun saat itu dia tidak mengetahui apa yang mereka protes.

“Saya mengira mereka buruh,” sebutnya.

Ketika diskusi hendak dimulai pukul 10:30 WIB, tiba-tiba sekelompok orang masuk ke dalam ruangan, sambung Refly.

Mereka kemudian memporak-porandaka, termasuk spanduk, layar televisi, dan beberapa barang lain sembari berteriak: ‘bubar-bubar!’

Saat itu para tamu hanya diam. Menurut Refli, para tamu bukan orang-orang yang suka menanggapi persoalan dengan beradu fisik, melainkan dengan menyampaikan buah pikir.

“Kami di dalam membiarkan saja, karena bukan level kami beradu fisik. Kami bukan orang yang biasa beradu fisik, tapi beradu pikiran,” katanya.

Hanya beberapa perempuan yang berteriak dengan nada keras, menanggapi aksi orang-orang tak dikenal tersebut.

Setelah itu para pelaku itu keluar, namun situasi sudah tidak lagi kondusif. “Kami kemudian menggelar konferensi pers dan tak lama potongan video pembubaran itu viral di media sosial,” kata dia. (HS-08)

Kemenag Beserta Baznas dan LAZ Kembangkan Ekonomi Warga Kampung Zakat di Purworejo

Layanan Darurat Medis 119 Kini Dapat Diakses Melalui Aplikasi Satusehat Mobile