in

Gubug Serut Gunungpati, Jadi Tempat Healing dan Nongkrong Asyik untuk Mahasiswa dan Warga

Sejumlah pengunjung tengah menikmati suasana sore di lokasi wisata air Gubug Serut, di Dusun Persen, Sekaran, Gunungpti, baru-baru ini.

POTENSI destinasi wisata di Kota Semarang sangat beragam, mulai pemandangan alam, air terjun sampai wisata air. Seperti yang ada di lokasi dekat Kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) yakni Gubug Serut, ternyata menjadi salah satu tempat healing bagi anak muda atau mahasiswa dan warga Semarang.

Karena suasananya yang mendukung masih asri, juga menikmati aliran sungai Kaligarang yang mengalir dari Kabupaten Ungaran menuju Banjir Kanal Timur, Kota Semarang. Lokasinya berada di Dusun Persen, Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang.

Saat berkunjung baru-baru ini, terlihat banyak pengunjung nampak asyik duduk-duduk di bebatuan aliran sungai sambil bersendau gurau, bahkan ada yang membawa kursi mini khas pemancing duduk santai sambil menyeruput secangkir kopi. Meski bebatuan cukup licin, tak dihiraukan mereka untuk sampai ke gundukan batuan yang cukup rata menikmati keindahan sore itu.

Ada beberapa pengunjung yang juga bermain air terutama anak-anak bersama orang tuanya. Puas berenang di air yang sejuk ini, lalu bergegas berbilas untuk mandi. Salah satu mahasiswa Unnes, Luluk (22) mengatakan, biasanya kalau sore banyak anak Unnes dan kampus lain yang datang ke sini. “Jadi tempat nongkrong yang asyik dan sekalian untuk healing, karena suasananya sejuk dan tenang,” kata cewek jurusan Sejarah itu.

Apalagi untuk masuk ke lokasi ini, pengunjung tidak membayar tiket alias gratis, namun hanya membayar parkir motor Rp 3000, dan untuk mobil Rp 10.000. Di sekitar lokasi wisata ini terlihat beberapa warung berdiri dari warga sekitar yang menjajakan jajanan, dan minuman, seperti gorengan, mi instan, kopi, aneka es dan jajan pasar lainnya.

Pengelola wisata saat ini menyiapkan gazebo yang dibuat untuk tempat duduk dan berteduh pengunjung, agar nyaman saat berkunjung. Semakin sore, nampak pengunjung lainnya pun berdatangan secara berkelompok ke lokasi Gubung Serut. Aliran sungai ini dimanfaatkan beberapa orang untuk menjadi spot mancing dengan membawa joran, maupun berfoto di spot yang menarik.

Salah satu pemilik warung, Win (55) mengatakan, bersyukur dengan banyaknya pengunjung yang datang. “Alhamdulillah, umumnya mulai ramai menjelang sore hari, kalau hari Sabtu dan Minggu sejak pagi hari sudah ramai. Karena libur, mereka ingin mencari tempat yang tenang dan asyik,” imbuhnya.

Memang beberapa hari lalu, hujan deras yang turun juga membuat aliran air Kaligarang menjadi keruh. Dan juga membawa banyak sampah plastik, ranting kayu, dan ban bekas. Jadi membuat warga yang berkunjung berkurang. “Karena beberapa hari lalu sempat banjir, jadi banyak sampah plastik dan ranting kayu di sini yang terbawa oleh arus air yang deras,” ungkapnya.

Lokasi wisata air bisa dinamai Gubug Serut sendiri, karena memiliki makna filosofis. Gubug, sebab konsep utama adalah gubug gubug yang berjejer di pinggir kali. Sedangkan serut, karena di dekat lokasi tersebut terdapat pohon serut besar yang dipercaya berusia ratusan tahun. Di tempat wisata ini juga terlihat telah disediakan beberapa tempat sampah, dan ditanami sejumlah pohon Tabebuya, sehingga membuat suasana lebih adem dan asri. Bagi pengunjung yang ingin ke lokasi ini diharapkan berhati-hati karena jalur ke lokasi turunan jalan yang tajam, sehingga wajib ekstra hati-hati.(HS)

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Minggu (29/9/2024)

Pelestarian Fauna, KAI Daop 4 Semarang Gelar Lomba Burung Berkicau