HALO PATI – Penjabat Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Pati, Monica Sujarwanto, mengajak jajaran pengurus PKK Kebupaten Pati, hingga kader di tingkat desa, untuk bersinergi dalam melaksanakan berbagai program kerja, termasuk menekan angka stunting.
Hal itu disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Pati, Monica Sujarwanto, Selasa (20/8/2024), saat menghadiri orientasi Pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal, pada desa lokus stunting di Kabupaten Pati tahun 2024.
Orientasi tersebut merupakan salah satu agenda, dalam rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) kabupaten, yang digelar di gedung Amarilis, Hotel New Merdeka.
Monica Sujarwanto, seperti dirilis patikab.go.id, menyatakan menyambut baik penyelenggaraan acara ini.
Ia juga memperkenalkan diri, sebelum orientasi bersama Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati, Dinas Kesehatan Pati dan para kader PKK.
Dalam kesempatan itu, dia berkisah bahwa menjadi bagian dari Tim Penggerak PKK bukanlah hal yang asing.
Ia menuturkan, pada saat Atikoh Ganjar Pranowo menjadi Ketua TP-PKK Provinsi Jawa Tengah, dia juga telah menjadi pengurus TP-PKK di Provinsi periode 2014-2019, tepatnya berada di Pokja ll.
“Jadi saya sudah beberapa kali ke Pati untuk mengisi acara ataupun penilaian, sehingga Pati ini tidak asing bagi saya. Jadi pada orientasi nanti silahkan ditanyakan apa yang belum jelas kepada narasumber, terkait dengan program-program penurunan stunting. Karena utamanya PR saya adalah untuk menurunkan stunting di Kabupaten Pati,” kata dia, seperti dirilis patikab.go.id.
Ia pun berharap mampu bersinergi bersama Tim Penggerak PKK baik di tingkat Kabupaten, Kecamatan bahkan di tingkat Desa dalam menyelesaian tugas-tugasnya selama menjadi Pj Ketua TP-PKK Kabupaten Pati.
Sementara itu Kepala Dinsos P3AKB Pati, Indriyanto dalam sambutannya menerangkan, bahwa kegiatan ini dinilai sangat penting untuk menambah wawasan, antara lain tentang proses kehidupan pada seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK).
Menurutnya, 1.000 hari pertama kehidupan, merupakan salah satu proses alamiah yang menjadi kunci pertumbuhan.
“Maka ada istilah golden age, usia emas, dimana pembentukan otak dimulai. Nah kalau 1000 HPK ini lepas dan sudah jadi stunting, maka akan sulit penanganannya”, tegas Indriyanto.
Pada orientasi kali ini, Indriyanto menghadirkan 30 kader di desa lokus stunting.
“Sebagai informasi, angka prevalensi stunting Kabupaten Pati tahun 2022 itu sebesar 23 persen, kemudian tahun 2023 turun menjadi 18,5 persen. Jadi ini ada penurunan,” paparnya.
Indriyanto pun mengucapkan terima kasih kepada TP PKK Kecamatan, Kader PKK, instansi terkait, yang telah bekerja keras dalam penurunan stunting.
Pihaknya akan berupaya tahun ini agar target nasional 14 persen dapat tercapai.
“Sehingga upaya kita dalam melakukan intervensi spesifik maupun sensitif, ini benar-benar bisa terasa. Jadi punya efek, sehingga angka prevalensi kita turun”, tandasnya.
Ia pun berharap agar nantinya para peserta orientasi ini mampu memahami hingga dapat mengaplikasikannya di tingkat wilayah. Mengingat peran PKK merupakan komponen yang penting dalam impentasi penurunan stunting. (HS-08)