HALO SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meresmikan Brilian Park di Jalan Pandanaran, Kelurahan Mugassari, Semarang Selatan, tepatnya di depan kantor BRI cabang Pandanaran pada Sabtu (17/8/2024) malam.
Acara peresmian taman Brilian dihadiri juga perwakilan Forkompimda, Asisten Setda di lingkup Pemkot Semarang, dan pimpinan BRI cabang Pandanaran.
Peresmian ditandai dengan menekanan tombol sirine oleh Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu didampingi Pimpinan BRI Cabang Pandanaran, Tomy Irawan dan para Asisten Setda, Forkompimda serta Kepala Disperkim Kota Semarang, Yudi Wibowo.
Saat peresmian taman Brilian, Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu berharap, taman ini bisa menjadi salah satu ikon Ruang Terbuk Hijau (RTH) di Kota Semarang. Dan sekaligus menambah jumlah ruang terbuka hijau atau taman yang terletak di jalan utama Kota Semarang. “Kalau mengandalkan hanya dari pemkot tentunya tidak mampu merealisasikan semua, ini merupakan hasil kolaborasi dengan stakeholder terkait untuk pembangunan kota dengan penyediaan taman kota, agar suasana kota menjadi makin asri, ramah lingkungan, dan kualitas udaranya lebih sehat lagi,” terangnya.
Mbak Ita juga berpesan, agar setelah taman Brilian ini diserahkan kepada Pemkot Semarang, untuk bisa dilakukan perawatan dengan baik. Mengingat, agar fungsi dari taman pasif yang sudah bagus dan cantik ini tidak rusak.
Selain itu, pihaknya berharap ke depan ada lagi taman lainnya yang bisa ditingkatkan, salah satu yang mendesak adalah Taman Srigunting Kota Lama. Apalagi, keberadaan Taman Srigunting merupakan taman aktif yang bisa dimanfaatkan untuk wisatawan, mulai dari berbagai event musik, ataupun kegiatan publik lainnya.
“Kalau di Taman Brilian kan taman pasif, jadi kalau warga yang akan berfoto tentu terbatas karena akses di jalan raya. Sehingga ke depan, peningkatan Taman Srigunting menjadi hal yang urgen untuk dilaksanakan. Kami juga sudah membujuk BRI lagi, kan karena kantornya BRI juga ada yang berada di dekat Kota Lama,” imbuhnya.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Yudi Wibowo menambahkan, Taman Brilian sendiri merupakan ruang terbuka hijau yang dibangun dengan konsep smart park. “Dan Brilian Park dipresentasikan dengan tugu brilian yang berbentuk berlian, memiliki filosofi di antaranya yakni
berlian merupakan batu permata yang berharga, bersinar, dan bernilai tinggi sebagaimana makna brilian, yang berarti smart, pandai sekali, dan mengagumkan.
Berlian juga memiliki bentuk geometris yang keras mencerminkan keteguhan dan ketahanan dalam menghadapi cobaan dan tantangan, dengan harapan kota Semarang selalu dapat melewati dan mengatasi segala tantangan kedepan,” paparnya.
Lalu, berlian memiliki keunikan dan keteraturan, setiap berlian memiliki struktur yang unik namun tetap teratur dalam bentuk kristalnya. “Ini Menggambarkan, bahwa Kota Semarang yang memiliki berbagai macam budaya dan berbagai keunikan lainya, tetapi selalu harmoni dalam satu keteraturan seperti berlian yang selalu memancarkan keindahannya,” katanya.
Taman Brilian ini terdapat air mancur menari yang melambangkan kreatifitas dalam berekspresi, sehingga menghasilkan keindahan dalam perubahan dengan harapan selalu beradaptasi dalam perkembangan zaman.
Selain itu, taman pasif ini telah dilengkapi dengan penyiraman otomatis, dan kamera pengawas berupa Closed Circuit Television ( CCTV) aktif. Adapun menggunakan anggaran pembangunan senilai Rp 1,4 Miliar dari program CSR PT Bank Rakyat Indonersia Tbk.
“Dengan luas lahan kurang lebih 450 meter persegi, peningkatan Brilian Park diharapkan dapat menciptakan Kota Semarang yang lebih teduh,” ujarnya.
Sementara, Pimpinan BRI Cabang Pandanaran, Tomy Irawan menambahkan, BRI akan terus mendukung Pemkot Semarang untuk pembagunan taman kota sekaligus mendukung program go green dalam upaya kelestarian lingkungan.
“Kami berkomitmen untuk membantu mewujudkan infrastuktur kota berwawasan lingkungan dengan meningkatkan ruang terbuka hijau untuk publik. Semoga dengan keberadaan taman ini bisa bermanfaat untuk semua warga dan menjadi ruang publik untuk mencari sumber inspirasi dan kreatifitas serta sarana rekreasi warga,” pungkasnya.(HS)