HALO KENDAL – Ratusan Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Kendal mengikuti Sosialisasi Netralitas Aparatur Pemerintah Desa dalam Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Kendal, di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal, Senin (5/8/2024).
Acara dihadiri 266 kepala desa se-Kendal, para Staf Ahli Bupati dan Asisten Sekda, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kendal, Yanuar Fatoni, serta para Camat se-Kendal.
Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki melalui Sekda Kendal, Sugiono dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan dilaksanakan untuk mensosialisasikan kepada kepala desa terkait peran mereka sebagai pemangku wilayah di tempatnya masing-masing, dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah supaya dapat berjalan kondusif.
Ditegaskan, aparatur pemerintah desa dilarang terlibat dalam kegiatan politik praktis baik dalam Pemilihan Umum (Pemilu) maupun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), karena dikhawatirkan akan adanya konflik interest atau kepentingan antara perangkat desa dengan masyarakat.
“Hal itu sebagai pemerintah daerah perlu kami tekankan kepada panjenengan semua, dengan adanya konflik, maka dikhawatirkan dapat menimbulkan terganggunya pelayanan kepada masyarakat,” kata Sugiono.
Meski Sekda memahami bahwa para kepala desa sendiri merupakan produk dari proses pemilihan langsung yang politis, namun untuk pilkada nanti para kades diminta untuk tidak terlibat dalam tahapan maupun prosesnya.
“Ibarat sepak bola, panjenengan semua ini adalah pemain bola, karena secara politik dan demokrasi panjenengan semua lahir. Biasanya para pemain bola apabila ada pertandingan atau kompetisi pengin main nggak. Pasti pengin main, betul nggak? Ibarat gatal kakinya ingin menggocek bola,” ujar Sugiono.
“Demikian juga panjenengan semua, apalagi yang betul-betul pemain politik, tentu kalau ada perhelatan politik, pasti rasanya gatel nggak pengin main,” imbuhnya yang dijawab betul oleh para Kades.
Untuk itu Sekda berpesan dalam pelaksanaan Pilkada 2024 di Kendal nanti, supaya para kades menjadi penonton yang baik, dan tidak perlu ikut bermain politik praktis.
“Jadi manakala nanti ada tim-tim yang datang ke desa dipersilahkan saja. Kalau perlu jangan hanya satu tim saja, tapi tim-tim lain, supaya adil. Kita posisikan diri kita sebagai penontonnya, bukanlah sebagai pemain,” pesan Sugiono.
Sementara itu, Kepala Dispermasdes Kendal, Yanuar Fatoni berharap, dengan adanya sosialisasi ini pelaksanaan Pilkada di Kendal akan berjalan sesuai azaz Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (Luber Jurdil).
“Kemudian bagaimana mewujudkan kondusifitas wilayah di Kabupaten Kendal. Artinya, netralitas atau ketidakberpihakan dari seluruh aparatur pemerintah desa kepada salah satu pasangan calon bisa dijalankan. Sehingga ke depan tidak terjadi pengkotak-kotakan di dalam masyarakat,” ujarnya.
Hal tersebut, lanjut Yanuar, bisa saja terjadi. Mengingat posisi kepala desa strategis untuk mencari dukungan kepada salah satu pasangan calon. Karena bagaimanapun, kades mempunyai pengaruh di desanya.
“Ya seperti yang disampaikan Pak Sekda, meski kepala desa merupakan pemain. Namun sebisa mungkin ditahan dulu keinginannya, supaya tidak ikut bermain, dan hanya jadi penonton saja di Pilkada nanti,” pesannya.
Sedangkan Kepala Desa Sidorejo, Kecamatan Brangsong, Kendal, Edi Kadarisman mengaku siap untuk menjaga netralitas para aparatur di pemerintah desanya.
“Sebagai pemimpin di tingkat desa, netralitas menjadi sangat penting, mengingat kepala desa memiliki pengaruh di lingkungannya. Untuk itu, kami bersama perangkat Desa Sidorejo, siap menjaga netralitas dan mensukseskan Pilkada 2024,” ungkapnya. (HS-06)