in

Jadi Narasumber Sosialisasi, Mantan Anggota NII Ini Ajak Pendidik di Garut Cegah Radikalisme

Sosialisasi pencegahan penyebaran paham radikalisme di Koropeak, Suci, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, belum lama ini. (Foto : humas.polri.gi.id)

 

HALO SEMARANG – Mantan anggota kelompok Negara Islam Indonesia (NII), Asep Muhargono dari Prabu Foundation, mengajak masyarakat untuk melawan segala bentuk radikalisme.

Ajakan tersebut disampaikan Asep Muhargono, dalam sosialisasi pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme di lingkungan pendidikan, di Koropeak, Suci, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, belum lama ini.

Sosialisasi diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Garut, bersama Densus 88 Antiteror Polri, diikuti 205 kepala sekolah dan guru BK se-Kabupaten Garut.

Dalam sosialisasi ini, peserta mendapat pengetahuan tentang deteksi dini paham radikal, agar mereka dapat meningkatkan kewaspadaan dan menangkal penyebaran paham radikalisme di kalangan siswa.

Dalam kesempatan itu, mantan anggota NII, Asep Muhargono berbagi pengalamannya tentang bagaimana seseorang bisa terpapar paham radikalisme dan proses deradikalisasinya.

Dia berharap kisah hidupnya menjadi inspirasi bagi para peserta, untuk lebih waspada terhadap upaya-upaya perekrutan oleh kelompok radikal.

“Saya berharap pengalaman saya dapat menjadi pelajaran bagi kita semua. Mari kita bersama-sama melawan segala bentuk radikalisme dan intoleransi untuk menjaga keutuhan NKRI,” ujar Asep, seperti dirilis humas.polri.go.id.

Narasumber dari Densus 88 memberikan pemahaman mendalam mengenai proses seseorang menjadi teroris dan bagaimana cara mencegahnya. Mereka menekankan pentingnya peran guru dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan toleransi kepada siswa.

“Guru memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter siswa. Dengan memberikan pemahaman yang benar tentang Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, kita dapat mencegah tumbuhnya paham radikalisme di kalangan generasi muda,” ujar salah satu perwakilan Densus 88.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Garut, Saepulloh menyampaikan bahwa radikalisme dan intoleransi merupakan ancaman serius bagi kerukunan dan persatuan bangsa.

Oleh karena itu, upaya pencegahannya harus dilakukan secara komprehensif dan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

“Pencegahan radikalisme bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi juga tanggung jawab kita semua. Guru memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai agama yang moderat dan toleran kepada siswa,” ujar Saepulloh.

Kegiatan sosialisasi ini mendapat apresiasi positif dari para peserta. Mereka merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini karena mendapatkan pengetahuan dan wawasan yang lebih luas tentang radikalisme.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai guru. Kami akan menularkan ilmu yang kami dapatkan kepada siswa-siswa kami,” ujar salah seorang guru peserta sosialisasi. (HS-08)

Tingkatkan Ketahanan Pangan Kota Semarang, Padi Biosalin Siap Dipindah Tanam

Demak Expo 2024 Upaya Geliatkan Ekonomi Lokal