HALO KENDAL – Pemenuhan kebutuhan di Puskesmas dan Posyandu merupakan upaya dari Integrasi Layanan Primer (ILP) dalam mewujudkan transformasi layanan primer di Indonesia. Untuk menunjang hal tersebut Kementerian Kesehatan akan melengkapi kebutuhan Puskesmas, Pustu/PKD dan Posyandu mulai dari Sarana-prasara, alat kesehatan, obat-obatan, hingga tenaga kesehatan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, selaku Plh Kepala Dinas Kesehatan, Parno, saat meninjau persiapan menyambut kunjungan kerja Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) di Puskesmas Plantungan, Kabupaten Kendal, Senin (16/7/2024).
Dikatakan, kunjungan Kerja Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin, dijadwalkan akan meninjau Puskesmas Plantungan, pada Jumat (19/7/2024) mendatang.
“Jadi Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, mulai hari ini mempersiapkan kunjungan dari Bapak Menteri, sekaligus akan melaunching Pelaksanaan Integrasi Layanan Primer atau ILP yang dipusatkan di Puskesmas Plantungan, yang Insya-Allah 19 Juli nanti,” ungkapnya.
Gus Parno sapaan akrab Sekdin Kesehatan Kendal tersebut menjelaskan, kunjungan Menkes ke Puskesmas Plantungan, karena dinilai menjadi salah satu yang terbaik dari kabupaten/kota di Indonesia.
“Karena Puskesmas Plantungan di Kabupaten Kendal termasuk salah satu yang terbaik se-Indonesia. Jadi sebagai percontohan dan kunjungan Bapak Menteri Kesehatan ke berbagai kabupaten maupun kota se-Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Plantungan, dr Karyadi menjelaskan, ILP diterapkan di dua puskesmas pembantu (pustu), dua pos kesehatan desa (PKD), dan 24 posyandu. Sementara itu, ILP seluruh desa diterapkan di dua pustu, 10 PKD dan 55 posyandu.
Menurutnya, salah satu keberhasilan puskesmas yang dipimpinnya dalam menerapkan ILP karena koordinasi yang baik antara Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Kesehatan dan lintas sektor di Kabupaten Kendal.
“Kenapa ILP kami bisa cepat, kuncinya ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal. Jadi, Dinkes Kabupaten, Puskesmas, dan OPD (organisasi perangkat daerah) terkait selalu bekerja sama dan berkoordinasi,” ujar dr Karyadi.
Melalui kerja sama dan koordinasi yang baik dan lancar tersebut, memungkinkan sektor yang terlibat tidak saling menunggu, sehingga implementasi ILP menjadi lebih mudah dan cepat.
“Setelah berjalan, penerapan ILP telah memberikan kemajuan signifikan bagi pelayanan kesehatan di Puskesmas Plantungan. Kemajuan ini juga dirasakan oleh pemerintah desa dan masyarakat sekitar Kecamatan Plantungan,” ungkap dr Karyadi.
Dipaparkan, kemajuan tersebut di antaranya, akses layanan kesehatan yang lebih dekat, koordinasi perencanaan kesehatan di desa yang lebih mudah, pelayanan di pustu yang lebih aktif, administrasi yang lebih lengkap, serta pembaruan data (update) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masyarakat desa secara terus-menerus.
“Tak hanya itu, penerapan ILP juga memudahkan puskesmas dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat sesuai siklus hidup. Hal tersebut lantaran pemantauan kesehatan masyarakat di wilayah telah terintegrasi dan terkoneksi dengan satu data kesehatan dan telah memudahkan kami dalam memantau kesehatan masyarakat,” ungkapnya.(HS)