in

Jumlah Kasus Stunting Naik, Ini Harapan Wakil Bupati Kendal kepada TPPS

Ketua TPPS Kabupaten Kendal, sekaligus Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki, saat memberikan sambutan dalam Rembug Stunting di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal, Selasa (9/7/2024).

HALO KENDAL – Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Kabupaten Kendal sebesar 17,5 persen. Namun berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi stunting atau jumlah kasus stunting tersebut mengalami peningkatan sebesar 4,9 persen menjadi 22,4 persen.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kendal, sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kendal, Windu Suko Basuki, saat memberikan sambutan pada kegiatan Rembug Stunting mengambil tema “Sinergi Pemerintah Kabupaten Kendal dalam Percepatan Penurunan Stunting Menuju Generasi Emas 2045”, yang dilakukan di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal, Selasa (9/7/2024).

Acara ini dihadiri jajaran Forkopimda, perwakilan dari BKKBN Provinsi Jawa Tengah, OPD terkait, serta TPPS tingkat kabupaten, kecamatan dan desa/kelurahan se-Kabupaten Kendal.

Wakil bupati memberikan apresiasi kepada seluruh TPPS serta semua pihak dalam mendukung upaya penurunan stunting selama ini. Namun, kenyataan naiknya prevalensi stunting tersebut menjadi tantangan cukup berat yang harus diperhatikan bersama-sama.

“Hal itu merupakan suatu tantangan yang cukup berat bagi kita semua, supaya dapat menurunkan prevalensi stunting menjadi 14 persen di akhir tahun 2024 ini. Untuk itu stunting menjadi fokus perhatian bagi kita semua,” ujar Wakil Bupati.

Dijelaskan, kegiatan Rembug Stunting merupakan wadah untuk menyampaikan hasil analisis situasi atau kondisi saat ini, sekaligus mendeklarasikan komitmen bersama dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting di Kendal.

“Selain itu, membangun komitmen bersama dalam upaya percepatan penyelesaian kasus stunting di Kabupaten Kendal, melalui penyelenggaraan intervensi secara terkordinir dan terintegrasi kepada sasaran prioritas,” jelas wakil bupati.

Ditambahkan, karena stunting termasuk urusan kesehatan yang esensial dan berdampak jangka panjang bagi generasi masa depan daerah, maka untuk penanganannya juga perlu melibatkan banyak pihak dan banyak aspek secara berkelanjutan.

“Seperti aspek kesehatan, aspek keluarga, maupun aspek perilaku. Artinya intervensi terhadap percepatan penurunan stunting perlu dilakukan dengan intervensi spesifik dan terpadu dari semua stakeholder yang ada di daerah,” beber wakil bupati.

Melalui Rembug Stunting diharapkan dapat menyampaikan gambaran kondisi stunting di Kendal yang terupdate. Kemudian menyampaikan hasil analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan intervensi ke depan dalam percepatan penurunan stunting di Kendal.

“Lakukan pendataan dan pendampingan ke sasaran antara lain calon pengantin, ibu hamil, ibu pascasalin, bayi dua tahun dan bayi lima tahun semua sasaran harus terdata. Upayakan memperoleh pelayanan, memanfaatkan semua intervensi, dan semua kegiatan pelaksanaan percepatan penurunan stunting tercatat dan terlaporkan,” pesan wakil bupati.

Ditekankan, semua kegiatan yang direncanakan harus terintegrasi untuk penurunan stunting bersama semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Dan melakukan evaluasi apakah alokasi anggaran di setiap OPD, sudah ada kegiatan/anggaran untuk desa lokus stunting.

“Setiap desa juga harus mengalokasikan anggaran melalui APBDes untuk program percepatan penurunan stunting, terutama desa lokus, serta Gerakan Bapak-Bunda Asuh Anak Stunting harus digerakkan secara massif sebagai upaya gotong-royong percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kendal,” kata wakil bupati.

Dirinya menyebut, pada 2024, Pemkab Kendal berkomitmen menurunkan angka stunting di bawah 14 persen, sesuai yang ditargetkan oleh pemerintah. Untuk itu dibutuhkan sinergi, kolaborasi, dan partisipasi, serta kerja sama dari berbagai pihak.

“Mari lebih serius, lebih berkomitmen dalam percepatan penurunan stunting, melalui kerja nyata, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja berkualitasnya,” tegasnya.

“Kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting tingkat kabupaten, tingkat kecamatan, sampai tingkat kelurahan maupun desa, supaya semua bergerak cepat dalam penanganan penurunan stunting di Kabupaten Kendal tercinta,” pungkasnya. (HS-06)

 

Dewan Dorong Siswa Disabilitas di Kota Semarang Dapat Beasiswa Pendidikan

Pemkot Semarang Kerja Sama dengan Baznas Jateng Bangun RPHH di Eks-Relokasi Pasar Johar