HALO PURBALINGGA – Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi menekankan pentingnya penurunan angka stunting, karena hal itu menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan keluarga berkualitas.
Hal itu disampaikan Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31, yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga, di halaman Parkir Gor Goentoer Darjono, Minggu (30/6/2024).
Dia mengatakan salah satu indikator keluarga berkualitas, adalah menurunnya angka stunting, di mana saat ini prevelansi stunting Kabupaten Purbalingga sebesar 11,2% di bawah terget nasional 14%.
“Selain stunting juga program Keluarga Berencana, yaitu tidak boleh 4 terlalu: terlalu muda melahirkan, terlalu tua melahirkan, terlalu dekat jarak kelahiran, dan terlalu banyak melahirkan,” kata dia, seperti dirilis purbalinggakab.go.id.
Dalam kesempatan itu, Dyah Hayuning Pratiwi juga memberikan apresiasi kepada para kader kesehatan, yang telah berkontribusi dalam peningkatan kualitas keluarga di Purbalingga.
Bupati mengatakan jika keluarga berkualitas, maka Sumber Daya Manusia (SDM) pun akan berkualitas sehingga bisa mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045.
Salurkan Bantuan
Plt Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsosdaldukkbp3a), Agung Widiarto mengatakan dalam kegiatan tersebut, disalurkan bantuan Bupati kepada 6 Kelompok Usaha Bersama (KUB), sebesar Rp 15 juta. Selain itu juga kepada 12 Mardilayon sebesar Rp 20 juta.
Pri Mugiarti (55), kader kesehatan Desa Candinata, mengatakan keluarga sangat penting dan merupakan identitas setiap orang dimana pun dia berada pasti akan kembali kepada keluarga.
Selain itu, dia juga mengucapkan tetima kasih kepada Bupati Tiwi yang sangat perhatian terhadap para kader kesehatan.
“Pemerintah sangat mendukung yaitu dengan mengadakan Keluarga Berencana, keluarga yang berkualitas,” kata dia. (HS-08)