in

Merasa Tak Bersalah Terkait Kepergian Pramac dari Ducati

HALO SPORT – Marc Marquez menolak dipersalahkan terkait kepergian tim Prima Pramac Racing dari Ducati ke Yamaha mulai MotoGP 2025.

’’Poin pertama, saya tak merasa bersalah dengan kepergian Pramac karena pada akhirnya saya juga tidak berbuat apa-apa,’’ ungkap Marquez seperti dilansir dari Motosan.

’’Sebagai penggemar MotoGP, saya rasa ini adalah kabar baik. Namun, secara egois, saya lebih memilih dua Ducati lagi di trek untuk mendapatkan lebih banyak informasi,’’ tambahnya.

Musim depan Yamaha bakal memiliki 2 tim.
Sementara Ducati dari 4 menjadi 3 tim, yakni Ducati Lenovo, VR46 dan Gresini.

Marquez (31) mengaku sangat nyaman dengan motor Ducati edisi tahun lalu sebelum akhirnya dia akan resmi menjadi pembalap pabrikan Ducati musim depan.

’’Saya merasa nyaman dengan motornya,’’ tutur pembalap tim Gresini ini.

Sebelum resmi direkrut tim utama Ducati, Marquez sebenarnya pernah ditawari masuk skuad Pramac.

Namun, juara dunia MotoGP 6 kali itu menolak dan hanya mau membela tim pabrikan musim depan.

Berpengaruh atau tidak, tapi kemudian Pramac menerima pinangan Yamaha dan mengakhiri kerja samanya dengan Ducati.

The Baby Alien menegaskan pentingnya kepercayaan diri dan momentum positif dalam penampilannya.

Pembalap asal Spanyol itu tak malu-malu menyoroti pengaruh kemenangan beruntun Pecco Bagnaia.

’’Anda harus bertahan dan belajar dari apa yang dia (Bagnaia) lakukan,’’ tuturnya.

Marquez juga memahami kebijakan yang diterapkan Ducati.

Pabrikan Italia itu selalu menginginkan lebih dari para pembalapnya.

’’Motor saya berjalan dengan baik dan saya tak punya keluhan karena apa yang disepakati adalah apa yang dipenuhi,’’ tandas kakak kandung Alex ini. (HS-06)

Bayi Meninggal setelah Imunisasi, Kemenkes Angkat Bicara

Usai Jalani Puncak Haji, Jemaah Diimbau Jaga Kondisi dan Sesuaikan Aktivitas